Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

60 Pengendara tewas selama Operasi Simpatik di Sumut

60 Pengendara tewas selama Operasi Simpatik di Sumut Ilustrasi Kecelakaan Mobil Mewah. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebanyak 60 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas di Sumut sepanjang Operasi Simpatik Toba 2017, 1 - 21 Maret 2017. Selain itu, terdapat 59 orang luka berat dan 6.167 orang luka ringan selama tiga pekan itu.

"Kerugian materil sekitar Rp 182.790.000," ucap Kasubdit Penerangan Masyarakat (Penmas) Bidang Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Rabu (22/3).

Sementara pelanggaran lalu lintas selama Operasi Simpatik juga tergolong tinggi. Petugas mengeluarkan 38.604 berkas teguran.

Kendaraan pelanggar lalu lintas terdiri dari 31.119 unit sepeda motor, 4.184 unit mobil penumpang, 1.052 unit bus, 2.204 unit mobil barang, dan 45 unit kendaraan khusus.

Nainggolan juga merinci pelaku pelanggaran lalu lintas umumnya berusia antara 21-25 tahun. Sementara dari sisi pekerjaan, karyawan swasta menjadi pelanggar terbanyak, mencapai 17.218 orang

"Lalu, 10.274 orang pelajar atau mahasiswa, 2.549 orang Aparatur Sipil Negara (ASN), 2.795 orang pengemudi, 38 personel TNI, 75 personel Polri, dan lain-lain 4.655 orang," jelasnya.

Dalam Operasi Simpatik 2017, Polda Sumut menekankan upaya preemtif dan preventif melalui pengaturan, penjagaan dan patrol lalu lintas didukung dengan kegiatan represif melalui teguran simpatik dan penegakkan hukum secara selektif. Mereka melaksanakan penyuluhan atau penerangan sebanyak 5.411 kali.

"Penyebaran brosur pemasangan spanduk berisikan tulisan tertib lalu lintas sebanyak 5.349 kali, program keamanan lantas 1.092 kali, program keselamatan lantas 1.975 kali. Untuk giat lalu lintas dalam pengaturan lantas 11.115 kali, pengawalan lantas 199 kali dan patroli lantas 4.190 kali," jelas Nainggolan. (mdk/rhm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP