6 Warga China Terdampar di Rote Ndao Dievakuasi Ke Kupang
Merdeka.com - Enam warga China yang terdampar di Desa Faifua, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (28/1), dievakuasi ke Kupang.
Keenam warga China ini dibawa menggunakan kapal Sea Rider milik Lanal Pulau Rote. Mereka dikawal ketat aparat Kepolisian, TNI AL Rote Ndao dan petugas Imigrasi Kupang, Kamis (30/1).
Kasi Intel Dakim Kanin Klas I Kupang, Narsepta Hendi menjelaskan, keenam warga negara China tersebut dibawa ke Imigrasi untuk diperiksa identitasnya.
"Kita periksa dulu karena fisik asli dokumen mereka kita belum lihat, kita baru dikirim foto copy dokumen kewarganegaraan melalui WhatApps, paspor serta dokumen lain yang asli belum kita lihat," ujar dia.
Sebelumnya, enam warga negara asing (WNA) asal China terdampar di Desa Faifua, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Selasa (28/1).
Enam warga negara China ini hendak mencari suaka di Australia, dengan menumpang satu buah perahu tradisional yang dinahkodai oleh dua orang warga lokal.
Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Ari Wibowo kepada merdeka.com mengatakan, enam orang warga negara Cina beserta dua warga lokal itu, ditemukan oleh Sat Pol Air dan Lanal Rote Ndao, sekitar pukul 11.00 Wita dan langsung dievakuasi ke Pos TNI AL Papela.
"Mereka dari Kupang mau ke Australia namun dihadang oleh kapal patroli Australia dan mereka kembali ke Indonesia. Karena kehabisan bahan bakar, mereka terdampar di laut Rote," tukasnya.
Menurut Bambang Ari Wibowo, setelah dilakukan pemeriksaan identitas, pihaknya berkoordinasi dengan dinas kesehatan Kabupaten Rote Ndao, untuk melakukan pendeteksian suhu tubuh, guna memastikan keenam warga negara Cina tersebut bebas dari virus Corona.
"Hasil pemeriksaan dari dinas kesehatan, mereka negatif terpapar virus Corona. Kita sudah lakukan koordinasi dengan Imigrasi Kupang, dan besok keenam WNA ini akan dijemput dan dibawa ke Kupang," ungkapnya.
Jalani Pemeriksaan Virus Corona
Tiba di dermaga pangkalan utama Lantamal VII Kupang, enam warga asal Jiangsu itu langsung diperiksa tim medis dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Wilayah Kerja Tenau. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi virus Corona.
Pemeriksaan terhadap keenam warga China ini menggunakan alat pengukur suhu tubuh, selain itu mereka juga menjalani tensi tekanan darah. Pemeriksaan gejala virus Corona ini dilakukan yang kedua kalinya. Sebelumnya telah diperiksa di Kabupaten Rote Ndao sesaat setelah diamankan oleh Polisi dan TNI AL setempat.
Walau hasilnya negatif, pemeriksaan tetap dilakukan di Kupang lantaran masa incubasi virus Corona, secara medis adalah 14 hari. Apalagi belum diketahui secara pasti, kapan keenam warga negara China tersebut tiba di Indonesia, sehingga dibutuhkan pemeriksaan secara intensif dan berkala oleh petugas.
"Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya gejala keenam warga negara China ini terinveksi atau terjangkit virus Corona. Suhu badan mereka normal dan rata-rata 36 derajat celcius, tidak ada yang suhunya tinggi seperti pengidap virus Corona pada umumnya," kata Koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan Wilayah Kerja Pelabuhan Tenau, Dr. Riosna Ernawati Sibajat.
Menurut Erna, pihaknya kesulitan berkomunokasi dengan keenam warga negara China tersebut, karena tidak bisa berbahasa Inggris. "Ini menyulitkan kami untuk melakukan wawancara dengan mereka, karena kita harus mengetahui sejak kapan masuk ke Indonesia, karena masa incubasi dari virus Corona adalah 14 hari, tapi mereka tidak bisa berbahasa Inggris," ujarnya.
Usai menjalani pemeriksaan medis, keenam warga negara China ini langsung dibawa ke Kantor Imigrasi Klas I Kupang, untuk menjalani pemeriksaan dokumen secara lengkap.
Berikut nama-nama warga negara China dan dua ABK yang terdampar:
1. Fan Shenghong (Jiangsu/China)2. Cui Henggo (Jiangsu/China)3. Hang Yongsheng (Jiangsu/China4. Wang Sisen (jiangsu/China)5. Han Baolin (Jiangsu/China)6. Chu Kaishan (Jiangsu/China)7. Aba panggilan akem (Flores/Adonara Timur)8. Mardan (Sulawesi Selatan)
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya