6 Korban kericuhan suporter dirawat, ada yang gegar otak dan patah tulang

Senin, 16 April 2018 21:33 Reporter : Darmadi Sasongko
Korban kericuhan suporter di Malang. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - 212 korban kericuhan suporter saat laga Arema FC melawan Persib Bandung di Malang, Jawa Timur dirawat di sejumlah rumah sakit. Dari jumlah tersebut, sebanyak enam orang masih menjalani perawatan, satu di antaranya menderita gegar otak.

Abdul Haris, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC mengatakan, seluruh korban, baik yang luka berat maupun ringan sudah tertangani. Sebanyak dua orang menjalani perawatan di RSUD Kanjuruan dan empat korban di Rumah Sakit Wava Husada.

"Hari ini dirujuk dari RSUD Kanjuruan yang gegar otak ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA). Dan juga yang di Wava Husada, yang tulang patah, nanti akan menjalani operasi," kata Abdul Haris di Stadion Kanjuruan Malang, Senin (16/4).

Selain gegar otak, luka yang dialami keenam korban di antaranya terkilir dan patah tulang. Sementara keseluruhan korban ringan sudah dipulangkan.

Adapun nama-nama korban yang dirawat di RSUD Kanjuruan adalah Leonardo warga asal Sawojajar yang mengalami luka di wajah dan tangan, dan Nouval warga Tulungagung yang diobservasi dugaan gegar otak.

Sementara korban yang dirawat di Rumah Sakit Wava Husada adalah Muhammad Dimas Arifin, warga Arjowinangun, Hafidzah Iqbal warga Tulungagung, Sulastri warga Kromengan dan Nurfatimatul Zahro warga Turen. Semuanya cidera terkilir.

Kata Haris, saat pertandingan massa menyerang lantaran tidak puas pada wasit yang memimpin pertandingan. Akibatnya korban berdesakkan dan berlarian tunggang langgang dan terinjak-injak.

"Luka berat akibat jatuh diinjak-injak temannya, sebagainya karena berdesak-desakan," katanya.

Panpel juga membuka posko di Kantor Arema di Jalan Mayjen Panjaitan Kota Malang dan Stadion Kanjuruan. Posko akan menampung korban yang seluruh biayanya akan ditanggung oleh Management Arema FC. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini