Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Pintu waduk PLTA dibuka, 80 desa di Kampar siaga banjir

5 Pintu waduk PLTA dibuka, 80 desa di Kampar siaga banjir ilustrasi banjir. ©2017 Merdeka.com/andrian salam

Merdeka.com - Lima pintu waduk PLTA Koto Panjang, akhirnya dibuka lantaran bagian hulu yakni, Kecamatan Pangkalan ‎Kabupaten Limapuluh, kota provinsi Sumatera Barat mengalami banjir. Akibatnya, 80 desa dan kelurahan di kabupaten Kampar yang merupakan bagian hilir waduk itu terancam banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar Santoso mengatakan, sebelum pintu air PLTA itu dibuka, jauh hari pemerintah setempat mengumumkan kepada masyarakat Kampar bahwa sebagian daerah tersebut siaga banjir. Baik melalui papan pengumuman, maupun ke masing-masing rumah ibadah seperti mesjid.

"Setelah pintu air PLTA dibuka, sebanyak 80 desa dan kelurahan desa dan 5 kelurahan di kawasan Hilir dari PLTA Koto Panjang itu biasanya berdampak banjir. Sebelumnya, kami sudah mengimbau untuk waspada, dan mereka sudah mengambil langkah antisipasi banjir," kata Santoso, Jumat (3/3).

Karenanya, Penanggulangan Bencana Daerah Riau mengaku kesulitan untuk mengirimkan bantuan banjir dan longsor yang saat ini terjadi di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

"Awalnya kita mau membantu saudara-saudara kita di Sumbar. Namun wilayah kita juga ada yang mengalami banjir. Kemudian Kampar juga menghadapi banjir setelah pintu air Waduk PLTA dibuka," ujar Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur.

Sebab, BPBD Sumatera Barat sempat menghubungi BPBD Riau untuk meminta pertolongan berupa bantuan peralatan seperti perahu karet dan logistik. Namun sayang, keberadaan peralatan yang dimiliki BPBD Riau terbatas.

Karena peralatan sarana dan prasaran BPBD Riau juga akan digunakan untuk mengatasi banjir di wilayah Riau sendiri. Sejumlah kecamatan di Kabupaten Kampar saat ini sudah banjir dan meluas karena dibukanya pintu air Waduk PLTA Koto Panjang Jumat siang pukul 14.00 WIB.

"Pasti kita sangat butuh dengan peralatan yang ada, kami juga koordinasi dengan BPBD Kampar, kalau memungkinkan nanti kita pasti bantu saudara kita di sana," katanya.

Jim memastikan, seluruh alat berat yang sebelumnya berada di Rantau Berangin, Kampar atau perbatasan Riau-Sumatera Barat telah digeser untuk mengatasi longsor di perbatasan kedua provinsi bertetangga tersebut.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Kampar, menetapkan siaga banjir menyusul dibukanya pintu air waduk PLTA Koto Panjang. BPBD Kampar mendirikan posko penanggulangan bencana banjir di Kecamatan Bangkinang Kota.

"Kita sudah mendirikan tenda Posko di lapangan Merdeka, Bangkinang, Kabupaten Kampar. Semuanya sudah siaga di sana," kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kampar, Elbatisyar.

Bahkan, sebanyak lima unit perahu karet melengkapi keberadaan posko tersebut. Kemudian logistik juga telah dipindahkan dari gudang ke posko itu. Tim SAR juga telah disiapkan di sana untuk memantau masyarakat yang terdampak bajir.

Menurut El, pembentukan posko di Bangkinang mengingat lokasi itu berada di tengah-tengah dari 10 kecamatan yang berpotensi terdampak banjir akibat luapan air Sungai Kampar. Kecamatan tersebut di antaranya adalah Kuok, Salo, Bangkinang Kota, Bangkinang, Kampar, Rumbio Jaya, Kampar Utara, Kampar Timur, Tambang, dan Siak Hulu.

"Seluruh kecamatan itu merupakan wilayah yang dilintasi Sungai Kampar. Aliran sungai Kampar berpotensi meluap ketika pintu air di Waduk PLTA Koto Panjang dibuka," jelasnya. (mdk/rnd)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP