Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

46% Warga menilai penegakan hukum di 2 tahun Jokowi-JK kian baik

46% Warga menilai penegakan hukum di 2 tahun Jokowi-JK kian baik Presiden Jokowi. ©Setpres RI/Cahyo

Merdeka.com - Era kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memasuki tahun kedua pada (20/10). Dua tahun menjalani pemerintahan, sebagian besar masyarakat menilai kondisi penegakan hukum secara umum semakin baik dan kondusif.

Kondisi tersebut terlihat dari hasil survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dalam 'Evaluasi Publik Dua Tahun Kinerja Pemerintahan Jokowi-JK.

"Sekitar 46 persen warga menilai kondisi penegakan hukum sangat baik. Lebih banyak dibanding yang menilai buruk sekitar 21 persen," kata Direktur Program SMRC Sirojudin Abbas di Hotel Sari Pan Pasific, Minggu (23/10).

Sirojudin menyebut angka itu naik sebesar 32 persen di Oktober 2015 menjadi 46 persen pada Oktober tahun ini. Dia menilai jumlah tersebut membuat warga optimis kondisi keamanan akan lebih baik pada tahun berikutnya.

"Warga yang menilai kondisi keamanan baik naik dari 53 persen di Oktober 2014 menjadi 62 persen di Oktober 2016. Mayoritas warga 60 persen menilai kondisi sekarang semakin aman dibanding tahun lalu," terangnya.

Meski terbilang kondusif, dia menyebut persoalan seperti terorisme, korupsi dan penegakan hukum terhadap narkoba masih butuh penyelesaian. Sebut saja penegakan hukum tindak pidana korupsi.

Sirojudin mengungkapkan sekitar 52 persen warga menilai korupsi semakin banyak dibanding tahun lalu. Sama halnya dengan pemberantasan narkoba yang dinilai 48 persen warga masih dalam tahap mengkhawatirkan.

"Pemberantasan korupsi dinilai belum ada perubahan. Masyarakat menilai pemerintah harus bekerja lebih keras lagi terkait korupsi. Publik juga masih menilai masalah narkoba adalah masalah yang serius dihadapi warga saat ini," tegasnya.

Untuk diketahui, survei ini dilakukan pada 13-17 Oktober 2016. Populasi survei ini melibatkan seluruh warga Indonesia yang memiliki hak pilih di Pemilu yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Populasi survei sendiri dilakukan dengan metode random (multistage random sampling) 1.220 responden. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Selain itu, untuk response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1035 atau 84,8 persen. Sebanyak 1035 responden yang dianalisis. Margin of error rata-rata dari survei dengan ukuran sampel tersebut sebesar +/- 3.1% pada tingkat kepercayaan 95% (dengan asumsi simple random sampling). (mdk/hrs)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP