4 Misteri Candi Borobudur yang Masih Belum Terpecahkan

Selasa, 22 Januari 2019 06:20 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
4 Misteri Candi Borobudur yang Masih Belum Terpecahkan Candi Borobudur. ©Indonesia.travel

Merdeka.com - Candi Borobudur adalah salah satu bangunan bersejarah di Indonesia. Ada banyak sejarah di balik megahnya Candi Borobudur, candi Buddha terbesar di dunia dan salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.

Di balik megahnya Candi Borobudur, masih banyak cerita misteri yang masih menjadi tanda tanya. Benar atau tidak, cerita-cerita itu tersebar luas di masyarakat.

Berikut ini beberapa cerita tentang Candi Borobudur dan misterinya yang belum terpecahkah:

1 dari 4 halaman

Singa Urung

Candi Borobudur saat sepi. ©AFP PHOTO/GOH CHAI HIN

Patung berwujud singa ini berada di sebelah kiri dan kanan tangga masuk candi. Singa urung, atau dalam bahasa Jawa berarti harimau gagal, memiliki mitos yang cukup seram. Menurut mitos yang tersebar, jika ada pengunjung yang menaiki patung dan berkata kasar, maka ia akan didatangi si singa dan selalu dihantui dalam mimpi.

Mitos lainnya, bagi sepasang kekasih yang mendekati Singa urung, maka mereka akan putus atau gagal menikah. Meskipun begitu, ini masih mitos. Belum bisa dibenarkan.

2 dari 4 halaman

Ada Jam Raksasa

Candi Borobudur. ©2015 merdeka.com/parwito

Tak hanya menjadi tempat bersembahyang, Borobudur juga memiliki misteri tentang jam raksasa. Bagaimana cara mengetahuinya?

Candi Borobudur memiliki 72 stupa berbentuk lonceng terbalik. Stupa utama di tengah berfungsi sebagai jarum jam dan stupa kecil di sekelilingnya sebagai penanda. Sinar matahari menghasilkan bayangan untuk stupa besar dan akan melewati stupa-stupa di bawahnya namun masih belum diketahui pasti cara membaca waktu pada jam tersebut.

Namun hingga saat ini, misteri jam raksasa tersebut belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Benarkah ada jam itu?

3 dari 4 halaman

Relief Tersembunyi

Candi Borobudur saat sepi. ©AFP PHOTO/GOH CHAI HIN

Jika pengunjung jeli dengan detil relief Borobudur, mereka akan menemukan sesuatu yang janggal. Ternyata ada relief yang tersembunyi. Relief ini bernama Kamadhatu yang terdiri dari 160 relief adegan Sutra Karmawibhangga atau hukum sebab-akibat.

Tidak banyak yang tahu apa yang tergambar pada relief tersebut. Relief ini sengaja ditimbun, karena menggambarkan perbuatan buruk manusia. Misalnya gambar orang sedang bergosip, membunuh, menyiksa, memerkosa, serta adegan-adegan seksual dalam berbagai posisi. Panel-panel ini kemudian sengaja ditimbun dengan tanah karena reliefnya dianggap vulgar dan cabul.  

Menurut Guru besar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Indonesia, Edi Sedyawati, Relief di Kamadhatu yang  menggambarkan kehidupan manusia sebelum beradab. Hal ini bisa saja terjadi pada masa candi tersebut dibangun. Meskipun begitu, alasan ditimbunnya relief Kamadhatu masih diperdebatkan hingga saat ini.

4 dari 4 halaman

Danau Purba Candi Borobudur

Candi Borobudur saat sepi. ©AFP PHOTO/GOH CHAI HIN

Kabarnya, tempat yang dibangun Candi Borobudur saat ini adalah bekas danau purba. Hal itu hasil dari penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa doktoral Departemen Geografi Universitas Gadjah Mada, Helmy Murwanto.

Ia mengungkap danau purba itu berusia 10 ribu tahun lalu. Helmy memperkirakan danau tersebut terbentuk pada zaman pleistosen. Menurutnya, danau purba itu hilang akibat mengalami pendangkalan secara alamiah dan intervensi manusia.

Dalam temuannya, Helmy menjelaskan bahwa pendangkalan danau tersebut bisa diamati dari material penutup endapan danau berupa hasil aktivitas vulkanis, tektonis, dan gerakan massa tanah serta batuan. Material penutup tersebut berupa tanah lempung berwarna hitam yang tersingkap oleh proses geomorfologis. [has]

Baca juga:
Melihat pesona Candi Borobudur dari bukit Punthuk Setumbu
Obama menapak Candi Borobudur
Teror bom Candi Borobudur & misteri sosok Mohammad Jawad
Menko Luhut targetkan polemik lahan bandara kulonprogo selesai April 2018
Deretan teror bom era Soeharto, targetnya Masjid Istiqlal & Borobudur

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini