4 Menit Sebelum Sriwijaya Jatuh: Ketinggian Turun, Moncong Naik dan Miring

Rabu, 10 Februari 2021 15:22 Reporter : Rifa Yusya Adilah
4 Menit Sebelum Sriwijaya Jatuh: Ketinggian Turun, Moncong Naik dan Miring KNKT Konpers soal Sriwijaya Air. ©2021 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis hasil investigasi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air dengan penerbangan SJ182 rute Jakarta-Pontianak pada 9 Januari 2021 lalu. Sejumlah kerusakan terjadi saat pilot menerbangkan pesawat tersebut.

Ketua Sub Komite IK Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo menurut kronologi dari awal.

Pukul 14.36 WIB

Pada 9 Januari 2021, pesawat jenis Boeing 737-500 berangkat dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta pada pukul 14.36 WIB dengan tujuan Bandar Udara Internasional Supadio, Pontianak dengan nomor penerbangan SJY 182.

Penerbangan ini diawaki oleh 2 pilot, 4 awak kabin, dan membawa 56 penumpang.

Setelah tinggal landas, pesawat terbang mengikuti jalur keberangkatan yang sudah ditentukan sebelumnya (ABASA 2D).

"Data FDR merekam sistem autopilot aktif (engage) di ketinggian 1.980 kaki. Pada saat melewati ketinggian 8.150 kaki, tuas pengatur tenaga mesin (throttle) sebelah kiri bergerak mundur (tenaga berkurang) sedangkan yang kanan tetap," kata Nurcahyo dalam jumpa persnya, Rabu (10/2).

Pukul 14.38 WIB

Selanjutnya, pada Pukul 14.38 WIB karena kondisi cuaca, pilot meminta kepada pengatur lalu lintas udara (ATC) untuk berbelok ke arah 075 derajat dan diizinkan.

Lalu ATC memperkirakan perubahan arah tersebut akan membuat pesawat SJ182 berpapasan dengan pesawat lain yang berangkat dari landasan pacu 25 L dengan tujuan yang sama.

"Oleh karena itu ATC meminta pilot untuk berhenti di ketinggian 11 ribu kaki," jelasnya.

Pukul 14.40 WIB

FDR merekam ketinggian tertinggi yaitu 10.900 kaki. Selanjutnya, pesawat mulai turun, autopilot tidak aktif (disengage) ketika arah pesawat di arah 016 derajat.

Sikap pesawat pada posisi naik atau pitch up, dan pesawat miring ke kiri atau roll. Tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri kembali berkurang sedangkan yang kanan tetap.

Kemudian, FDR mencatat autothrottle tidak aktif dan sikap pesawat menunduk atau pitch down. Sekitar 20 detik kemudian FDR berhenti merekam data. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini