4 Kemarahan Duta pada polisi karena konser Sheila On 7 disetop
Merdeka.com - Duta terlihat emosi setelah konsernya di Alun-Alun Utara Yogyakarta dihentikan mendadak oleh petugas kepolisian, Sabtu (23/8) malam. Vokalis Sheila On 7 itu marah karena polisi tersebut tiba-tiba naik panggung dan menghentikan konser. Penghentian konser ini diduga karena sudah melewati batas waktu izin.
Duta tak terima dengan perlakukan polisi tersebut. Dia emosi karena saat itu asyik bernyanyi. Duta tengah membawakan lagu berjudul "Pemuja Rahasia". Dan penonton pun sedang asyik joget dan bernyanyi bersama Duta.
Namun di tengah jalan, polisi menyetop lagu tersebut dan meminta agar konser dihentikan. Duta kemudian marah dan menumpahkan kekesalannya di depan penonton. Berikut ini ceritanya:
Duta heran zaman sekarang masih ada polisi otoriter
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDuta mengaku tak habis pikir dengan sikap kepolisian. Seharusnya jika ingin menghentikan konser harus dengan cara baik-baik."Ga enak banget loh itu. Wis zaman saiki isih ono koyok kuwi. Dienteni Pak lagune kurang sitik (Tak enak banget, zaman sekarang masih ada seperti itu. Sebaiknya ditunggu karena lagunya sebentar lagi selesai)" ujar Duta dengan nada kesal.Jika ingin meminta konser dihentikan, sebaiknya dilakukan dengan cara yang baik. "Kok iso munggah iku piye (kok bisa naik di atas panggung gimana)" katanya.
Duta minta polisi bicara dengan penonton
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSetelah meminta konser agar dihentikan, polisi tersebut langsung turun dari panggung. Dia kemudian berjalan ke sisi kanan panggung.Duta makin kesal karena polisi mendadak naik panggung dan menghentikan konser. "Bapak ngomong sendiri saja, sini. Jadi biar semua dengar, biar semua lihat siapa yang ngomong tadi," ujarnya.Menurut Duta, sikap kepolisian itu tidak patut. "Ga enak banget ya, ga enak banget loh ya," ujarnya.
Sebaiknya polisi urusi CD bajakan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDuta berharap polisi tidak pandang bulu. Sebaiknya polisi lebih memerangi pembajakan di Indonesia karena hal itu sangat merugikan para musisi."Bajak-bajakan diurusi, sing koyok ngene diendeg (dihentikan), carane orak koyok ngono kuwi," kata Duta.Jika polisi ingin dihormati, polisi juga harus menghormati sesama. Dia meminta polisi untuk tidak bertindak sewenang-wenang."Bapak juga harus menghormati, kalau memang harus selesai, tunggu lagunya selesai. Tapi caranya jangan seperti itu," ujar Duta.
Duta harap kasus ini tak terulang
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSebelum melanjutkan konser, Duta berharap kasus penghentikan konser ini tak terulang. Jika konser ingin dihentikan, sebaiknya pemberitahuannya dilakukan dengan baik-baik."Doa saya semoga yang kayak gini tak terjadi lagi, berpikirnya lebih majulah," katanya.Menurut Duta, cara yang dipakai polisi telah melanggar hak asasi manusia (HAM). "Saya tidak suka caranya. Tapi sekarang, sekarang para musisi cari duitnya dari manggung, berapa banyak karya-karya kami di luar sana dibajak secara gratis tidak digropyoi bapak, padahal ceto welo-welo, itu ga adil. saya ga pernah ngomong sepanjang ini," ujarnya.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya