4 Aksi Tri Dianto saat diperiksa KPK

Minggu, 17 November 2013 05:01 Reporter : Putri Artika R
4 Aksi Tri Dianto saat diperiksa KPK Tri Dianto. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Tri Dianto, mantan Ketua DPC Cilacap Partai Demokrat masuk dalam deretan saksi yang diperiksa oleh KPK. Tri diperiksa untuk kasus yang menjerat mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam dugaan penerimaan gratifikasi proyek Hambalang.

Sejak dipanggil hingga diperiksa, ada-ada saja kelakuan Loyalis Anas ini. Dari ngambek oleh KPK, bawa 'dayang-dayang' hingga membagi-bagikan CD Album terbarunya. Terakhir, mantan bos jamu Cilacap ini mengaku bodoh karena tertipu oleh Nazaruddin.

Berikut rangkuman aksi lucu Tri Dianto saat diperiksa KPK:

2 dari 5 halaman

Ngambek, surat panggilan di alamatkan ke tiga istrinya

panggilan di alamatkan ke tiga istrinya4 wanita cantik dampingi Tri dianto saat diperiksa KPK. ©2013 merdeka.com/dwi narwoko

Tri Dianto menolak panggilan pemeriksaan KPK untuk bersaksi dalam kasus yang menjerat Anas Urbaningrum. Tri Dianto mengatakan dia tidak mau memenuhi panggilan KPK karena surat panggilan dirinya dialamatkan ke tiga istrinya.

Tri Dianto ngambek, mengapa KPK tidak mengirim surat panggilan ke satu alamat saja, yakni alamat istri pertamanya.

"Saya mau datang memenuhi panggilan kalau KPK minta maaf soal surat panggilan. Karena KPK melayangkan surat panggilan tiga lembar dan di alamatkan ke rumah-rumah istri-istriku," jelas Tri dalam pesan singkat, Jumat (18/10).

Menurut Tri, KPK bersikap tidak profesional karena mengganggu privasi dan kenyamanan keluarga mantan bos jamu di Cilacap itu. Karena surat ini, kata dia, sang mertua pun ribut dan berpikir negatif tentang dirinya.

"Gara-gara surat panggilan KPK, keluarga saya, istri-istri saya dan mertua-mertua saya ribut dan berpikir negatif tentang saya mereka berpikir saya ikut korupsi atau mendapatkan dana Hambalang," tegas pria yang mengaku punya tiga istri ini.

3 dari 5 halaman

Bagi-bagi CD

cdTri Dianto. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Tri Dianto akhirnya datang memenuhi panggilan KPK setelah pada panggilan pertama menolak hadir. Tri mau datang karena KPK telah mengirim surat panggilan ke satu alamat saja, ke istri pertamanya.

Pada pemeriksaan perdananya ini, Tri Dianto malah membagi-bagikan CD Album ke wartawan. Hal itu dilakukan usai diperiksa selama 10 jam oleh KPK.

Album CD yang dibagikan Tri berjudul "Cinta Bukanlah Untukku". Dari sampulnya, tampak Tri bergaya dengan seorang wanita di belakangnya. Namun, saat CD itu diputar, hanya ada satu video klip saja.

4 dari 5 halaman

Bawa 'Dayang-Dayang' cantik

dayang cantik4 wanita cantik dampingi Tri dianto saat diperiksa KPK. ©2013 merdeka.com/dwi narwoko

Aksi Tri Dianto diperiksa KPK berlanjut. Setelah sebelumnya dia membagikan CD Album terbarunya, kali ini dia membawa empat perempuan cantik buat mendampinginya.

Empat perempuan itu terlihat berdandan necis dengan model baju modis. Saat ditanya soal empat perempuan itu, Tri cuma cengar-cengir. Keempat perempuan itu juga sama, enggan buka mulut ketika ditanyai.

Wanita-wanita itu membuntuti Tri Dianto, hingga masuk ke dalam Gedung KPK. Sayangnya saat Tri Dianto telah masuk, keempat orang wanita itu hanya diperbolehkan menunggu di ruang tunggu tamu. Awak media yang penasaran, mencoba mewawancarai.

Namun lagi-lagi keempat wanita itu bungkam dan justru beranjak pergi keluar gedung.

5 dari 5 halaman

Ngaku bodoh

4 aksi tri dianto saat diperiksa kpkTri Dianto. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Tri Dianto mengaku bodoh tertipu oleh M Nazaruddin, terpidana kasus suap Wisma Atlet Palembang. Menurut Tri Dianto, jika ada orang yang percaya dengan Nazaruddin, maka orang itu lebih bodoh darinya.

"Karena saya ini orang bodoh, kalau ada orang yang percaya Nazar ya lebih bodoh dari saya," ujar Tri Dianto, Jumat (15/11).

Tri Dianto mengatakan hal itu lantaran Nazaruddin memiliki utang kepadanya sebesar Rp 1,5 miliar. Bahkan, Tri Dianto sempat mau menagihnya saat sama-sama menjalani pemeriksaannya di KPK. Namun, kata dia, tidak diperbolehkan oleh penyidik KPK.

"Nazar itu bikin saya susah, dia masih punya utang Rp 1,5 miliar. Pas saya masuk, saya enggak mau diperiksa dulu. Saya ingin ketemu pimpinan KPK. Saya ingin ambil uang itu, tapi sama penyidik dijelasin, saya harus ajukan gugatan kalau mau ambil uang itu," ujarnya.

[tyo]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini