32 Pengungsi Donggala di Samarinda juga perlu obat-obatan dan pakaian

Selasa, 9 Oktober 2018 22:35 Reporter : Saud Rosadi
32 Pengungsi Donggala di Samarinda juga perlu obat-obatan dan pakaian pengungsi korban gempa donggala di samarinda. ©2018 Merdeka.com/saud rosadi

Merdeka.com - Selain asal Palu, warga Donggala, Sulawesi Tengah, juga mengungsi ke Samarinda, Kalimantan Timur. Tercatat, ada 32 pengungsi Donggala, menumpang menginap di rumah keluarga mereka, di Jalan Proklamasi II, Samarinda. Mereka sangat memerlukan bantuan logistik obat-obatan, pakaian, terutama bagi anak dan perempuan.

Sekira pukul 10.00 WITA pagi tadi, merdeka.com datang menemui mereka. Dua dari 32 pengungsi, adalah laki-laki. Sisanya, 30 orang lainnya, merupakan balita dan anak perempuan, lansia 77 tahun, dan ibu hamil.

Petugas BPBD dan PMI kota Samarinda, terlihat sibuk mendata identitas, dan keperluan mendesak para pengungsi. Mulai dari pakaian anak, pakaian wanita layak pakai, hingga obat-obatan. Di sekitar ruang tamu tempat mereka berkumpul, terlihat tas punggung berisi pakaian seadanya saat mengungsi.

pengungsi korban gempa donggala di samarinda 2018 Merdeka.com/saud rosadi


Rustam (51), warga yang juga PNS asal Donggala, mengatakan, sebagian rumah mereka penuh retak hingga hancur pascagempa Jumat (28/9) sore lalu. Tinggal di pengungsian pun, sempat mereka lakoni, bersama dengan pengungsi lainnya.

"Kami, mau bertahan di kampung Pak. Cuma, keluarga dari Samarinda, ada datang menjenguk, akhirnya ngajak ke Samarinda," kata Rustam, dalam perbincangan bersama merdeka.com, Selasa (9/10).

Diputuskan, semua keluarga di kawasan Boya, kecamaran Banawa Donggala, mengungsi sementara ke Samarinda. "Masih belum stabil, masih mencekam, trauma Pak. Kita ke Samarinda, mengungsi, untuk menenangkan saja Pak," ujar Rustam.

Bergeser ke Palu berbekal seadanya, Rustam dan 31 pengungsi lainnya, bertolak ke Balikpapan, menggunakan kapal Pelni KM Labobar, dari pelabuhan Pantoloan. Tiba di Samarinda, Senin (8/10) sore kemarin.

"Alhamdulilah, pemerintah, semua organisasi lainnya, antusias, baik," ungkap Rustam.

pengungsi korban gempa donggala di samarinda 2018 Merdeka.com/saud rosadi


Bencana gempa itu, menyisakan trauma mendalam bagi salah seorang Lansia, pengungsi asal Donggala. "Ibu itu sering jadi kaget-kaget sendiri. Secara umum kondisi kami sehat, juga ada satu di antaranya ibu hamil, juga sehat," tambah Rustam.

Sementara, petugas Tanggap Darurat dan Evakuasi BPBD Samarinda, Nanang Arifin menjelaskan, jumlah pengungsi dan keperluannya, terus didata agar segera direalisasikan.

"Pengungsi (asal Donggala) ini, memang masih trauma. Kemungkinan angka pengungsi terus bertambah. Kita tindaklanjuti soal bantuan logistik yang sangat diperlukan," kata Nanang. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini