32 Pelajar Semarang Adu Jotos di Ring, Pertina Gelar Ekshibisi Tinju Pelajar Anti Tawuran Cegah Kekerasan Jalanan

Pertina Semarang bersama Dispora menggelar 'Ekshibisi Tinju Pelajar Anti Tawuran' yang diikuti 32 peserta, termasuk eks pelaku tawuran, sebagai upaya preventif kekerasan jalanan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
32 Pelajar Semarang Adu Jotos di Ring, Pertina Gelar Ekshibisi Tinju Pelajar Anti Tawuran Cegah Kekerasan Jalanan
Pertina Semarang bersama Dispora menggelar 'Ekshibisi Tinju Pelajar Anti Tawuran' yang diikuti 32 peserta, termasuk eks pelaku tawuran, sebagai upaya preventif kekerasan jalanan. (Merdeka.com)

Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Semarang bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang baru-baru ini menggelar sebuah kejuaraan unik bertajuk "Ekshibisi Tinju Pelajar Anti Tawuran". Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan wadah positif bagi pelajar dan remaja di Kota Semarang agar tidak terjerumus pada aksi kekerasan jalanan yang marak terjadi.

Acara yang berlangsung di halaman Balai Kota Semarang pada hari Sabtu ini, berhasil menarik perhatian dengan melibatkan 32 peserta. Para peserta, baik putra maupun putri, berasal dari berbagai SMA/SMK di Kota Semarang, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap inisiatif pencegahan tawuran ini.

Inisiatif ini lahir dari keprihatinan mendalam Pertina dan Dispora Kota Semarang terhadap fenomena tawuran pelajar. Dengan menyediakan arena tinju yang terarah dan diawasi, diharapkan energi agresif remaja dapat disalurkan secara konstruktif dan menghasilkan dampak positif bagi masyarakat.

Mewadahi Energi Remaja dengan Tinju

Ketua Pertina Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo, yang juga merupakan anggota DPRD Kota Semarang, menjelaskan latar belakang digelarnya "Ekshibisi Tinju Pelajar Anti Tawuran" ini. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut tercetus sebagai respons atas keresahan melihat banyaknya remaja, khususnya pelajar, yang terlibat dalam aksi tawuran di jalanan.

"Menghadapi keresahan ini, Pertina bersama Dispora Kota Semarang mencoba untuk mewadahi melalui kegiatan 'Ekshibisi Tinju Pelajar Anti Tawuran'," kata Rahmulyo. Menurutnya, tinju dapat menjadi sarana efektif untuk mendisiplinkan diri, mengendalikan emosi, dan menyalurkan energi berlebih para remaja ke arah yang lebih positif dan sportif.

Kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang tanding, melainkan juga sebuah program pembinaan karakter. Melalui latihan dan pertandingan, peserta diajarkan nilai-nilai sportivitas, kerja keras, dan rasa hormat terhadap lawan, yang diharapkan dapat terbawa dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Proses Pelatihan dan Teknis Pertandingan

Sebelum naik ring, para peserta "Ekshibisi Tinju Pelajar Anti Tawuran" telah menjalani pelatihan intensif selama 18 hari. Pelatihan ini diselenggarakan di dua sasana tinju terkemuka, yaitu Sasana YTBK Boxing Camp dan Sasana Rambing Boxing Camp, di mana mereka diasah keterampilan dan pemahaman dasar tentang tinju.

Rahmulyo menjelaskan, "Mereka telah berlatih selama 18 hari, mengembangkan 'skill'-nya, dikasih tahu cara dan aturan mainnya serta larangan-larangannya. Sehingga mereka secara skill sudah sedikit memahami bertinju yang baik." Proses ini memastikan bahwa setiap peserta memiliki bekal yang cukup untuk bertanding secara aman dan sesuai aturan.

Secara teknis, pertandingan dalam ekshibisi ini mengadopsi format tinju amatir maupun profesional. Pertandingan terbagi dalam dua kelompok, Sasana Barat dan Timur, dan menyuguhkan duel menarik dalam tiga ronde, dengan masing-masing ronde berdurasi 2-3 menit. Pertina Kota Semarang juga menyiapkan wasit, hakim juri, dan segala perlengkapan standar tinju untuk menjamin kelancaran dan keadilan pertandingan.

Melibatkan Mantan Pelaku Tawuran dan Potensi Atlet

Salah satu aspek menarik dari "Ekshibisi Tinju Pelajar Anti Tawuran" adalah keterlibatan peserta yang pernah tersangkut kasus tawuran. Rahmulyo mengungkapkan bahwa beberapa peserta merupakan individu yang sebelumnya tertangkap karena aksi tawuran dan kini diberikan kesempatan untuk berpartisipasi.

"Mereka yang 'ketangkep' karena tawuran itu juga kami libatkan di dalam kegiatan ini. Jadi, menurut data dan catatan kami, yang ikut juga ada anak-anak yang kemarin sempat ketangkap di Polrestabes Semarang," jelasnya. Inisiatif ini menunjukkan komitmen untuk memberikan kesempatan kedua dan pembinaan bagi remaja yang salah langkah.

Meski tujuan utamanya adalah mencegah tawuran, Rahmulyo menambahkan bahwa ekshibisi ini juga berpotensi menjaring bibit-bibit baru atlet tinju. "Jadi, sekalian saja diproses supaya jadi (atlet, red.) profesional," katanya. Untuk memotivasi para peserta, Pertina Semarang menyediakan hadiah berupa uang tunai untuk atlet terbaik (Rp2 juta), atlet favorit (Rp2 juta), dan tim terbaik (Rp4,5 juta), serta tambahan hadiah dari Pertina Kota Semarang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi