31 Orang tewas di lubang bekas tambang di Kaltim, Jokowi diminta turun tangan

Senin, 5 November 2018 19:44 Reporter : Saud Rosadi
31 Orang tewas di lubang bekas tambang di Kaltim, Jokowi diminta turun tangan 31 tewas di lubang bekas tambang batubara di Kaltim. ©Istimewa

Merdeka.com - Lubang bekas tambang batubara di Kalimantan Timur, telah merenggut nyawa 31 orang. Jaringan advokasi tambang (Jatam) Kalimantan Timur, meminta Presiden Joko Widodo turun tangan, karena Pemda menganggap masalah itu bukan hal penting.

"Karena itu (Presiden Joko Widodo turun tangan) upaya pencegahan, agar kejadian serupa tidak terulang lagi," kata Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang, dalam keterangan tertulis diterima merdeka.com, Senin (5/11) malam.

Jatam menengarai, pejabat dan aparat seakan takluk jika berhadapan dengan perusahaan tambang yang beroperasi di Kaltim.

31 tewas di lubang bekas tambang batubara di Kaltim ©Istimewa

"Dengan kewenangan yang dimiliki Presiden, sudah sepatutnya untuk secara langsung memastikan agenda keselamatan rakyat Kaltim, dari ancaman lubang tambang," ujar Rupang.

Jatam Kaltim dan Walhi Kaltim mengecam respons Gubernur Kaltim Isran Noor, yang terkesan pasrah atas kasus ini.

"Kami mendesak Gubernur Kaltim bertindak keras kepada pelaku tambang, yang melakukan pembiaran terhadap lubang-lubang tambang," kata Rupang.

Apalagi, dengan adanya kejadian terbaru ini adalah kali keduanya lubang tambang PT BBE menelan korban. Perusahaan itu, diduga melakukan pembiaran dan tidak mau membenahi sistem keamanan dan keselamatan sesuai yang dimandatkan UU No 4 Tahun 2009 tentang Minerba dan UU No 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Sejumlah perusahaan yang masih harus mempertanggungjawabkan persoalan serupa, kami juga mendesak agar aktivitas operasinya dihentikan," kata Direktur Eksekutif Walhi Kaltim, Fathur Roziqin Fen.

31 tewas di lubang bekas tambang batubara di Kaltim ©Istimewa

Sebelumnya diberitakan, Jumat (26/10), saat dimintai tanggapan dan sikapnya terkait lubang bekas tambang batubara yang sudah merenggut 30 nyawa, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor justru mengatakan itu sudah menjadi nasib korban.

"Oh gitu. Sikap apa? Oh, enggak masalah. Nasibnya kasihan. Ikut prihatin. Pastilah ikut prihatin," kata Isran, Selasa (23/10).

Pada Minggu (4/11) siang kemarin, lubang bekas tambang itu kembali merenggut korban. A (13), menjadi korban ke-31 tewas di lubang bekas tambang, di Desa Bukit Raya, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara. Saat kejadian dia sedang bermain dan berenang di kolam bekas tambang itu. [dan]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini