3 Pejabat Dinonaktifkan Akibat Uang Pemprov Sumut Hilang Rp1,6 Miliar

Senin, 23 September 2019 19:45 Reporter : Yan Muhardiansyah
3 Pejabat Dinonaktifkan Akibat Uang Pemprov Sumut Hilang Rp1,6 Miliar Wagub Sumut Musa Rajekshah. ©2019 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Hilangnya uang tunai Rp1,6 miliar milik Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setdaprov Sumut, Senin (9/9), mulai mengambil korban. Tiga pejabat terkait dinonaktifkan akibat kejadian tersebut.

Ketiga pejabat yang dinonaktifkan yakni Raja Indra Saleh dari posisi Sekretaris BPKAD juga Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPKAD, Fuad Perkasa sebagai Kabid Pengelolaan Anggaran BPKAD, dan Henri Pohan sebagai Kasubbid Pengelolaan Anggaran I BPKAD.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menonaktifkan ketiganya untuk memudahkan pemeriksaan internal yang sedang dilakukan Inspektorat.

"Pemeriksaan internal oleh Inspektorat terkait hilangnya uang tersebut terus berjalan. Untuk memudahkan hal itu, Gubernur sudah menonaktifkan tiga orang pejabat," kata Wakil Gubernur (Wagub) Sumut, Musa Rajekshah di Kantor Gubernur Sumut, Senin (23/9).

Selain menonaktifkan ketiga pejabat, Edy juga menunjuk 4 pejabat untuk mengisi posisi lowong. Keempatnya yakni, Ismael Parenus Sinaga (Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil) menjadi Plt Kepala BPKAD, Halimatusakdiah (Kabid Perbendaharaan) sebagai Plt Sekretaris BPKAD, Mhd Rahmadani Lubis (Kabid Bina Keuda Kab/Kota) sebagai Plt Kabid Pengelolaan Anggaran, dan Ahmad Syafei (Kasubbid Pengelola Anggaran II) sebagai Plt Kasubbid Pengelola Anggaran I.

Musa berharap kasus hilangnya uang itu dapat segera terungkap. Peristiwa ini harus menjadi pelajaran dan tidak boleh terulang lagi.

"Kita berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa mendatang. Karena itu saya minta seluruh pejabat memiliki rasa tanggung jawab dan memedomani aturan yang sudah ada," tutupnya.

Seperti diberitakan, uang Rp1.672.985.500 yang dikelola Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setdaprov Sumut hilang dari dalam mobil yang diparkir di halaman Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (9/9) sore. Uang untuk pembayaran honor Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) itu baru saja diambil dari Bank Sumut, Jalan Zainul Arifin, Medan.

Dua orang pembawanya, Muhammad Aldi Budianto yang merupakan Penjabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di BPKAD, bersama seorang tenaga honorer bernama Indrawan Ginting, kemudian meninggalkan uang itu di dalam mobil yang diparkirkan di halaman kantor Gubernur Sumut. Saat mereka kembali lebih dari satu jam berselang, uang itu sudah raib. Kejadian itu pun dilaporkan ke polisi. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini