3 Kecamatan Dilewati Sungai Bengawan Solo Masuk Kategori Wilayah Rawan Bencana

Ancaman utama bencana di Solo adalah genangan air akibat luapan sungai. Terlebih tiga kecamantan tersebut berada di sekitar aliran sungai baik di aliran sungai Bengawan Solo maupun kawasan pintu air sungai.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
3 Kecamatan Dilewati Sungai Bengawan Solo Masuk Kategori Wilayah Rawan Bencana
Sungai Bengawan Solo. ©2015 merdeka.com/arie sunaryo

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo memetakan, ada 3 kecamatan masuk kategori rawan bencana. Ketiga kecamatan tersebut berada di dekat aliran sungai, baik Sungai Bengawan Solo maupun anak sungai terpanjang di Jawa itu.

Plt. Kepala BPBD Solo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo Indradi mengatakan, ketiga kecamatan tersebut adalah Pasarkliwon, Laweyan dan Kecamatan Jebres.

"Kalau di Laweyan itu daerah Pajang, terus di Kecamatan Jebres ada di Kampung Sewu, Ngoresan, dan Mipitan. Untuk Pasarkliwon ada daerah Semanggi, Sangkrah dan Mono," ujar Indradi, Senin (18/1).

Indradi menyebut, ancaman utama bencana di Solo adalah genangan air akibat luapan sungai. Terlebih tiga kecamatan tersebut berada di sekitar aliran sungai Bengawan Solo maupun kawasan pintu air sungai.

"Titik rawan bencana di Solo ya kalau terkait dengan genangan, hampir ada beberapa titik," katanya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah menyiapkan ratusan personel gabungan yang terdiri dari, Damkar Solo, SAR Solo, dan relawan serta logistik bencana.

"Kalau untuk personel BPBD itu ada jumlah totalnya 28 orang, sedangan relawan ada ratusan orang," katanya.

Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, pihaknya menyarankan kepada masyarakat untuk taat menjaga protokol kesehatan. Di antaranya, menggunakan masker,mencuci tangan serta menjaga jarak.

”Kita tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker dan menghindari kerumunan," tutupnya.

Rekomendasi