2.464 Smartphone Selundupan di Bandara Soetta Dimusnahkan dengan Direndam Air Garam

Selasa, 8 Oktober 2019 21:30 Reporter : Kirom
2.464 Smartphone Selundupan di Bandara Soetta Dimusnahkan dengan Direndam Air Garam Bea Cukai Bandara Soetta Musnahkan 2.000 HP Selundupan. ©2019 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Sebanyak 2.464 Unit smartphone selundupan, berbagai merek dimusnahkan kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta Selasa (8/10). Pemusnahan barang bukti handphone selundupan senilai Rp3,5 miliar ini dilakukan dengan cara direndam dalam air garam.

Kepala Bea dan Cukai Bandara Soetta Erwin Situmorang menerangkan, ribuan handphone yang dimusnahkan itu kebanyakan berasal dari Hong Kong dan Singapura.

"Smartphone atau telepon genggam tersebut terbanyak bermerek Xiaomi, sampai 1.600 unit. Sisanya merata, ada handphone keluaran terbaru, seperti 27 unit iPhone XS, 266 iPhone X, 225 iPhone 8+, 54 iPhone 8, 72 iPhone 7, 26 handphone tiruan Samsung 9+, serta 194 unit beragam gadget dengan tipe dan kondisi," kata Erwin.

Dijelaskan dia, handphone selundupan asal luar negeri itu, umumnya didatangkan oleh penumpang.

"Caranya beragam, tapi mayoritas dibawa oleh penumpang dengan koper. Jadi isinya sangat banyak, lebih dari 2 unit, itu tidak boleh sesuai aturan yang ada," katanya.

Menurut Erwin, dalam aturan dan ketentuan pembelian handphone asal luar negeri, masyarakat hanya dibolehkan membawa handphone untuk pemakaian pribadi. Itupun, tidak lebih seharga 500 US dollar.

"Di atas itu akan dikenakan biaya atau bea masuk barang mewah," terang Erwin.

Kemudian, gadget hasil sitaan dilaporkan ke Kementerian Keuangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Kementerian Perdagangan.

"Untuk mendapat rekomendasi, apakah harus dimusnahkan, hibahkan atau lelang. Lalu keluarlah rekomendasi dimusnahkan," kata Erwin.

Selanjutnya, Bea dan Cukai Bandara Soetta langsung berkoordinasi dan berdiskusi dengan pemasok brand resmi Samsung, bagaimana cara yang baik untuk memusnahkan berbagai smartphone yang nantinya akan menimbulkan limbah tersebut.

"Karena ini (gadget) berteknologi baterai pendam, cara yang paling aman adalah direndam semalaman dulu di air garam. Setelah itu baru digiling dengan alat berat," ujar Erwin.

Sementara, Mr Lee utusan dari Samsung Indonesia mengakui, untuk saat ini praktik black market atau BM di Indonesia, terutama kota-kota besar, sudah jauh menurun.

"Bahkan teman saya bawa 2 sampai 3 handphone saja, disita. Padahal dia beli resmi di luar negeri, kami apresiasi itu," tuturnya.

Padahal pada tahun 1999 sampai 2001 atau pada saat awal masuk Samsung ke Indonesia, praktik BM tersebut marak terjadi. Dia mengaku sering mengikuti razia, sehingga semakin ke sini praktik tersebut mulai terminimalisir.

"Sebab, itu sangat merugikan untuk produser resmi seperti kami. Belum lagi untuk Indonesia, pajaknya jadi menguap atau bahkan hilang," katanya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini