214 Korban Abu Tours di Solo diminta lapor ke polisi
Merdeka.com - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo meminta agar seluruh korban biro perjalanan umrah dan haji Abu Tour melapor kepada pihak kepolisian. Hal tersebut menyusul dicabutnya izin biro Abu Tour oleh Kemenag Pusat.
Kasi Perjalanan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Solo, Rosyid Ali Safitri mengatakan, pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap keberadaan biro jasa umrah Abu Tour. Sampai saat ini, lanjut dia, ada 214 korban Abu Tour se Soloraya.
"Kami meminta kepada seluruh korban untuk melapor kepada pihak kepolisian Polresta Surakarta. Karena ini sudah masuk ranah hukum," ujar Rosyid, Rabu (28/3).
Rosyid menyebut, hingga saat ini belum ada korban yang melapor ke Kemenag Solo. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan di Solo dan sekitarnya ada korban penipuan biro jasa umrah tersebut. Mengingat dari data yang dimiliki oleh Kemenag masih ada sekitar 214 orang yang sudah mendaftar ke Abu Tour.
"Sampai sekarang belum ada yang melapor ke Kemenag. Mungkin saja sudah ke polisi. Kami imbau yang belum cepat melapor, karena bisa dijadikan sebagai data untuk kasus yang ada di Makassar," tandasnya.
Meskipun sudah tutup sejak minggu lalu, Kemenag masih melakukan pengawasan terhadap operasional kantor Abu Tour. Sementara itu kepada pihak-pihak yang selama in bekerjasama dengan Abu Tour pihaknya minta untuk memperhatikan dan mengklarifikasi ulang.
Tak hanya Abu Tour, Kemenag Solo juga mengawasi keberadaan biro jasa Solusi Balad Lumampah (SBL). Mengingat biro ini juga sudah dicabut izin operasionalnya oleh Kemenag pusat.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya