2 Pasien suspect virus MTS, kuliner babi guling di Bali sepi pembeli

Minggu, 12 Maret 2017 03:01 Reporter : Gede Nadi Jaya
2 Pasien suspect virus MTS, kuliner babi guling di Bali sepi pembeli Pedagang daging babi di Bali. ©2017 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Adanya kasus Meningitis Streptococcus Suis (MTS) pada daging babi di kabupaten Badung yang mengakibatkan sekitar 20 orang dilarikan ke rumah sakit. Berimbas pada sepinya pembeli disejumlah pedagang kuliner babi.

Pantauan beberapa pedagang masakan daging babi, khususnya babi guling di bilangan kota Denpasar nampak tidak seperti biasanya.

Seperti yang terpantau di sebuah rumah makan babi guling di pojokan trafice light Tohpati Denpasar. Biasanya, di tempat ini tidak hanya di halaman parkir sesak kendaraan, bahkan pembeli sampai meluber parkir dipinggir jalan.

Namun pantauan siang hari Sabtu (11/3) tidak satupun terlihat ada kendaraan yang parkir. "Sejak pagi tadi sepi pak. Ada sih beberapa yang beli tapi tidak seberapa," kata Niluh pelayan di rumah makan Babi guling ini.

Ditanya soal adanya isu penyakit MTS pada daging babi, dirinya mengaku sama sekali tidak tahu akan hal tersebut.

Hal senada juga pada warung Lawar Babi di Jalan WR Supratman yang mengaku sejak beberapa hari ini sepi pembeli. "Memang ada isu apa ya pak. Tidak biasanya pembeli sepi gini," ujar penjual lawar babi yang berada di wilayah banjar Kedaton ini.

Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya, secara terpisah menyampaikan bahwa hingga saat ini dari kasus suspect pasien asal Badung sudah dipastikan 2 kasus positif streptococcus suis.

"Untuk dua pasien yang positif streptococcus suis. Penanganannya sesuai protap di rumah sakit," kata dr Suarjaya.

Untuk saat ini kata dia telah dilakukan penyelidikan epidemiologi di sekitar wilayah tempat tinggal pasien.

"Pencegahan dan KIE sudah kami lakukan, juga surat edaran kewaspadaan bagi masyarakat," singkatnya. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Daging Babi
  2. Bali
  3. Virus
  4. Denpasar
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini