Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

13 Tahun kematian Munir, Suciwati desak Jokowi buka dokumen TPF

13 Tahun kematian Munir, Suciwati desak Jokowi buka dokumen TPF Suciwati. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Bertepatan dengan 13 tahun kematian Munir yang dibunuh pada 7 September 2004, para aktivis hak asasi manusia menggelar festival musik yang bertajuk "Mosi tidak percaya" di kantor LBH Jakarta. Mereka mengenakan kostum serba hitam.

Istri Munir, Suciwati, yang hadir dalam acara tersebut turut memberikan orasi di atas panggung. Tidak hanya Suciwati, para srikandi Kendeng pun ikut berorasi.

Suciwati mendesak Presiden Jokowi segera membuka hasil tim pencari fakta kematian suaminya. "Kalau Presidennya berjanji ya harus ditepati. Sebetulnya itu harapan bukan harapan saya saja tapi harapan banyak orang. Bahwa Munir ada dan berlipat ganda ini bisa lihat itu," kata Suciwati di kantor LBH Jakarta, Kamis (7/9) malam.

Dia juga menjelaskan janji menuntaskan kasus Munir merupakan bagian dari Nawacita. Jokowi juga harus serius.

"Jangan isu HAM hanya jadi alat komunikasi politik untuk meraup suara rakyat saja," tambah dia.

Dia menilai jika pemerintah tidak membahas kembali soal kematian Munir dan tidak membuka dokumen TPF maka Jokowi terkesan melindungi pelanggar HAM.

"Melihat bahwa bagian dari orang melindungi penjahat Munir dan pelaku pelanggar HAM yang lainnya," tambah dia.

Suciwati juga mengatakan Majelis Komisi Informasi Publik (KIP) telah mengabulkan permohonan informasi yang diajukan Jaringan Solidaritas Korban Untuk Keadilan pada 10 Oktober 2016. KIP menyatakan pemerintah wajib mengumumkan hasil TPF kematian Munir kepada publik.

"Sekarang yang penting bagaimana caranya agar pemerintah ini lebih berani mengungkap kebenaran," tandasnya.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP