10 Pucuk Senjata Api TNI AD Dilaporkan Hilang saat Kerusuhan di Deiyai Papua

Rabu, 28 Agustus 2019 18:03 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
10 Pucuk Senjata Api TNI AD Dilaporkan Hilang saat Kerusuhan di Deiyai Papua Aksi pemuda Papua tuntut referendum. ©2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Sebanyak 10 pucuk senjata api milik TNI AD dilaporkan hilang dalam insiden kerusuhan yang terjadi di Deiyai, Papua Rabu (28/8). Salah satu senjata hilang adalah pucuk senpi yang dipegang almarhum Serda Rikson. Dilaporkan 10 pucuk senpi jenis SS 1 itu hilang beserta magasen yang berisi pelurunya.

Kapendam XVII Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto mengakui, belum bisa memastikan informasi tersebut karena saat ini masih menunggu laporan.

"Belum ada laporan tentang 10 pucuk yang diinformasikan hilang," kata Letkol CPL Eko yang mengaku satu pucuk senjata api yang dipegang alm Serda Rikson juga hilang seperti dikutip Antara, Rabu (28/7).

Jenazah Serda Rikson dijadwalkan dievakuasi ke Nabire dan dua anggota lainnya mengalami luka-luka bahkan seorang di antaranya yaitu Sertu Sunendra, kata Letkol CPL Eko Daryanto.

Sebelumnya, unjuk rasa menuntut penandatanganan persetujuan referendum Papua berujung ricuh. Empat orang aparat keamanan jadi korban dalam insiden tersebut. Massa menggelar aksi tersebut di depan Kantor Bupati Deiyai, Papua, hari ini (28/8).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, awalnya jumlah demonstran hanya berjumlah 150 orang. TNI-Polri yang dikerahkan ke lokasi mencoba bernegosiasi dengan pengunjuk rasa.

Saat proses negosiasi berlangsung, ribuan massa dari berbagai penjuru datang membawa senjata tajam dan panah.

"Langsung menyerang aparat keamanan. 1 TNI (tewas), dan 3 Polri (belum dapat konfirmasi) jadi korban," katanya. [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini