Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meresmikan Bank Wakaf Mikro Pondok Karya Pembangunan (BWM PKP). Wimboh menyebut, UMKM merupakan sumber pertumbuhan ekonomi yang sangat potensial, mengingat perannya sebagai tulang punggung perekonomian di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM Februari 2022, tercatat pada 2021 terdapat 64,19 juta pelaku UMKM dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 61,97 persen, dan berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja yang besar 96,92 persen. Selain itu, kontribusi UMKM terhadap ekspor yang sebesar 15,65 persen juga memberikan ruang yang masih dapat terus ditingkatkan.
"Untuk itu, OJK mendukung sepenuhnya perluasan Bank Wakaf Mikro sebagai bentuk penyediaan akses keuangan dan pemberian pendampingan kepada para pelaku UMKM, khususnya yang berada di lingkungan sekitar pondok-pondok pesantren," ungkap Wimboh di Pesantren Pondok Karya Pembangunan, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (24/3).
Wimboh menjelaskan, sejak diluncurkan 5 tahun lalu, sesuai data sistem LKMS BWM posisi 22 Maret 2022, sebanyak 62 BWM telah berdiri dan tersebar di 20 provinsi di seluruh Indonesia yang kehadiran dan manfaatnya telah dirasakan oleh 55 ribu nasabah, dengan akumulasi penyaluran pembiayaan sebesar Rp 87,2 miliar.
Oleh karena itu, OJK juga terus berkomitmen untuk memperluas akses keuangan dan mendorong penguatan kapasitas dan kapabilitas UMKM yang dilakukan secara end to end dalam satu ekosistem terintegrasi berbasis digital.
"Digitalisasi UMKM ini menjadi penting karena tuntutan kebutuhan baik dari sisi produsen maupun konsumen, baik di masa pandemi maupun di masa endemi," ujarnya.
Dalam hal ini, OJK telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong perluasan akses bagi UMKM. Di antaranya, pertama, mendorong digitalisasi di lembaga keuangan mikro termasuk BWM untuk menyediakan pembiayaan yang mudah, cepat, dan terjangkau bagi UMKM.
Kedua, memfasilitasi penyediaan pembiayaan UMKM dari skema KUR Klaster dan platform digital lainnya. Ketiga, melakukan sinergi dengan Pemerintah Daerah melalui optimalisasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
"Untuk itu, kami terus mendorong BWM digital menjadi wadah pembinaan bagi under-served community sehingga kelompok masyarakat tersebut memiliki literasi keuangan digital yang memadai," pungkasnya.
Advertisement
Bank Wakaf Mikro Diklaim Mampu Bantu Kurangi Kemiskinan di RI
Wakil Presiden, Ma'ruf Amin menyebut, bahwa program Bank Wakaf Mikro (BWM) memiliki andil besar terhadap pemberdayaan masyarakat, sekaligus membantu mengurangi masyarakat miskin di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk miskin Maret 2021 mencapai 27,54 juta orang.
"Masyarakat miskin yang sekarang masih cukup besar di negara kita ini," kata Wapres Ma'ruf, dalam Peresmian Bank Wakaf Mikro, di Lampung, Kamis (23/12).
Dia menyebut, di berbagai daerah masih terdapat 10 persen lebih dari penduduk Indonesia yang terus diupayakan pemerintah khususnya adalah masyarakat miskin ekstrem. Upaya pemerintah yang terus dilakukan, selain memberikan perlindungan sosial juga melalui pemberdayaan-pemberdayaan termasuk juga akses keuangan.
"Dan (BWM) ini juga bagian daripada ekosistem keuangan Syariah," kata dia.
Wapres Ma'ruf mengatakan, keuangan Syariah ini telah menjadi komitmen pemerintah untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Ini ditandai dengan sudah ditetapkan Perpres Nomor 28/2020 yang diketuai oleh Presiden Joko Widodo.
"Ini merupakan suatu komitmen pemerintah menjadikan indonesia menjadi pusat pengembangan ekonomi dan Syariah di dunia," jelasnya.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6