SMP Labschool Cibubur raih 2 penghargaan di Festival Folklore bergengsi dunia

Rabu, 8 November 2017 15:40 Reporter : Anwar Khumaini
SMP Labschool Cibubur raih 2 penghargaan di Festival Folklore bergengsi dunia. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Untuk yang ke-empat kalinya, grup seni dan musik tradisi Danadyaksa Budaya SMP Labschool Cibubur mengharumkan nama Indonesia di kancah festival folklore dunia. Setelah pada tahun-tahun sebelumnya meraih berbagai penghargaan pada festival folklore internasional di Turki, Rusia dan Spanyol.

Tahun ini, Danadyaksa Budaya meraih dua penghargaan bergengsi pada acara Grand Festival Magic of Bridges Vienna and Prague 2017, yang dilaksanakan di dua negara, Austria dan Ceko, yang diadakan 30 Oktober – 2 November 2017, dengan memboyong penghargaan Laureat 1 Award dan Diplom Laureat 1 Award (Juara Pertama) untuk kategori usia 12-14 tahun.

Dengan komposisi 34 orang penari dan 7 orang pemusik beserta tim pendamping dan pelatih, Grup Danadyaksa Budaya berhasil memukau dewan juri dan para penonton di kota Wina, Austria, dan kota Praha, Ceko, dengan menampilkan 3 (tiga) nomor tarian, yaitu Tari Ratoh Jaroe (Aceh), Tari Jatilan (Jawa Timur) dan Tari Rebana (Jambi).

Peserta yang ikut berkompetisi pada dua festival tersebut berjumlah 59 group, yang berasal dari 15 negara, antara lain berasal dari India, Malaysia, Ukraina, Bulgaria, Rusia, Iran, Kazakstan, Georgia, Slovakia, Austria, Ceko, dan Indonesia.

SMP Labschool Cibubur raih 2 penghargaan di Festival Folklore bergengsi dunia ©2017 Merdeka.com



Salah satu perwakilan peserta yang juga turut berkompetisi, Svitlana yang berasal dari Ukraina, menyampaikan kekagumannya pada keunikan dan keindahaan seni tari dan musik tradisi yang dimiliki Indonesia. Svitlana berharap suatu hari nanti dapat berkunjung ke Indonesia dan mempelajari adat istiadat dan budaya Indonesia.

Selain megikuti kompetisi yang diadakan di dua negara tersebut, Grup Danadyaksa Budaya juga turut berpartisipasi menampilkan tari tradisi nusantara dalam acara Indonesia Day yang diadakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Praha yang diselenggarakan di Royal Theatre Prague, 3 November 2017, dan dihadiri oleh perwakilan dari kedutaan besar negara-negara sahabat dan tamu penting lainnya.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Ceko, DR. Aulia A. Rachman, dalam sambutannya pada acara Indonesian Day tersebut menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada grup Danadyaksa Budaya.

“Selamat kepada Tim Danadyaksa Budaya atas prestasi yang diraih. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas peran sertanya dalam mempromosikan kebudayaan Indonesia di Ceko,” ucap Dubes Aulia Rachman dalam sambutannya.

Grup Danadyaksa Budaya kembali ke tanah air pada Senin malam (6/11/2017). Dalam acara penyambutan kedatangan group Danadyaksa Budaya di Bandara Internasional Sooekarno-Hatta, Drs. Uswadin MPd, selaku Kepala SMP Labschool Cibubur meyampaikan suka cita atas keberhasilan anak didiknya di ajang bergengsi ini.

SMP Labschool Cibubur raih 2 penghargaan di Festival Folklore bergengsi dunia ©2017 Merdeka.com




“Keinginan untuk meraih prestasi di ajang folkore sangatlah besar dan terus dipertahankan oleh anak-anak kami. Ini adalah misi budaya ke-empat, dan semoga ke depannya akan terus ada regenerasi untuk terus mempelajari dan menampilkan budaya Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri,” tambahnya.

Di tempat terpisah, melalui pesan singkat, Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, DR. Hilmar Farid, turut menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan yang diraih.

“Alhamdulillah semua kembali dalam keadaan sehat. Selamat untuk prestasi yang berhasil diraih. Mereka adalah kebanggaan kita semua. Jayalah selalu Indonesia!” ucap beliau melalui pesan singkat.

Wulan Soe Rachim, selaku Ketua Persatuan Orang Tua Murid dan Guru (POMG) SMP Labschool Cibubur menyampaikan rasa kebanggaan selaku orang tua peserta karena dalam usia yang masih tergolong sangat muda, anak-anak mereka telah berjuang untuk mengharumkan nama Indonesia di ajang bergengsi dunia semacam ini.

“Selain untuk menampilkan kekayaan budaya Indonesia, anak-anak kami juga membawa misi persahabatan dan pesan persatuan. Mereka mampu menunjukkan bahwa Indonesia senantiasa menjaga persatuan dalam keragaman, sesuai semboyan Bhineka Tunggal Ika, Unity in Diversity,” tutupnya. [paw]

Topik berita Terkait:
  1. Pendidikan
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.