Kenapa emas dan perak tak jadi bentuk nilai mata uang?

Kenapa ya, sekarang kita nggak lihat emas dan perak lagi sebagai bentuk nilai mata uang kita?

Dewi Ratna
Oleh Dewi Ratna - Reporter
Kenapa emas dan perak tak jadi bentuk nilai mata uang?
Ilustrasi Emas. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Dalam sejarah, penggunaan uang komoditas semakin berkurang ketika banyak negara berpindah ke sistem uang fiat pada abad ke-18. Apa itu sistem fiat? Sistem fiat adalah sistem, di mana uang yang beredar hampir nggak mempunyai nilai nyata atau intrinsik, tapi karena pemerintah bilang itu ada nilainya jadinya bernilai. Maksudnya, kertas yang dicetak dengan gambar dan tulisan Rp. 100,000 itu bernilai 100,000 rupiah karena mempunyai tanda legal oleh hukum dari pemerintah Indonesia. Apa alesannya nilai mata uang berpindah dari coin jadi kertas? Yang pasti adalah nilai kepraktisan, dari mulai kepraktisan mencetak, sampai kepraktisan dalam penyimpanan, dan kepraktisan dalam transportasi. Peralihan uang koin ke kertas sendiri terjadi tidak serempak di seluruh dunia, dari mulai yang pertama China (abad ke-7), Italia (abad ke-14), Amerika Serikat (abad ke-17). Tadinya, semua uang kertas dan koin yang dicetak itu di-"patok" ke komoditas tertentu, biasanya emas atau perak, terutama dolar Amerika sebagai mata uang internasional. Pada tahun 1944, dolar Amerika dipatok pertukarannya, yaitu 35 dolar untuk satu troy ounce (31.103 gram) emas. Jadi semua mata uang negara lain dapat ditukar dengan dolar Amerika sehingga semua pertukaran uang jelas rasionya terhadap emas.Awalnya sistem ini oke-oke aja, karena satu negara Amerika ekonominya lebih besar dari sepertiga dunia. Tetapi memasuki tahun 1970, porsi ekonomi Amerika dibanding dunia turun cukup drastis sehingga kekayaan riil (emas) Amerika nggak cukup lagi buat menjamin nilai uang mereka. Akhirnya patokan riil uang terhadap emas dihapus oleh Amerika dan semua nilai mata uang dibiarkan "mengambang" tanpa benda nyata yang terjamin bisa ditukarkan.

Tapi tanpa patokan tersebut pun, uang kita masih berfungsi sebagai uang karena sifat yang diperlukan adalah sebagai alat penyimpan nilai, alias uangnya sendiri gapapa kalau nggak bernilai. Nilai emas dan perak sendiri sekarang "mengambang" mengikuti penawaran dan permintaan pasar. Sekian dulu cerita gue soal emas, perak dan perannya sebagai uang sepanjang sejarah.

Sumber: zenius.net

Rekomendasi