Neil Armstrong mendarat di Bulan, masa sih? Pada 20 Juli 1969, seluruh dunia dikejutkan dengan pemberitaan bahwa National Aeronautics and Space Administration (NASA) berhasil mendaratkan manusia ke bulan melalui misi Apollo 11. Manusia itu adalah astronot Amerika Serikat Neil Armstrong bersama rekannya, Buzz Aldrin. Sementara astronot bernama Michael Collins tetap berada di dalam pesawat karena punya tugas tersendiri. Sampai saat ini, masih banyak masyarakat yang masih ragu akan keberhasilan NASA mendaratkan manusia di bulan. Bahkan muncul beberapa mitos tentang pendaratan Neil Armstrong di bulan, berikut ini di antaranya.1. Bendera yang berkibar
Mitos: Pernah melihat foto ketika Buzz Aldrin menancapkan bendera Amerika di permukaan Bulan? Bendera pada foto tersebut terlihat berkibar-kibar. Ini yang membuat orang ragu dengan pendaratan di Bulan karena nggak mungkin bendera bisa berkibar di Bulan yang tak memiliki atmosfer dan udara.Fakta: Bendera itu bukan berkibar. Bendera itu terlihat agak bergerak atau mengkerut karena dalam perjalanan ke bulan, bendera disimpan dalam kondisi dilipat. Jadi pas dibuka, memang sudah nggak rapi. Inersia membuat bendera masih agak bergerak. Inersia atau kelembaman adalah kecenderungan semua benda fisik untuk menolak perubahan terhadap keadaan geraknya. Sulit merentangkan kain di ruang hampa udara dan bergravitasi rendah seperti bulan, oleh karena itu sengaja menggunakan tiang pancang khusus yang tak berbentuk tegak agar sisi atas benderanya kaku. 2. Jejak kaki di Bulan
Mitos: Berikutnya ada klaim lain yang bilang kalo jejak kaki astronot di Bulan itu palsu. Permukaan bulan itu kering. Tapi jejak kaki yang tercetak di bulan terlalu jelas.Fakta: Bulan bukan tempat tanpa gravitasi karena gravitasi bulan = 1/6 gravitasi bumi. Debu Bulan, atau yang disebut regolith, seperti bubuk yang digiling halus dan mirip debu vulkanik. Apalagi bulan tak memiliki atmosfer atau hampa udara. Jadi tak ada angin yang mampu menyingkirkan jejak yang telah dibuat.3. Tak ada fotografer
Mitos: Cuma ada dua astronot yang mendarat di bulan. Tapi, bagaimana caranya kedua astronot bisa terlihat di foto? Satu yang difoto dan satu lagi yang tercermin di kaca helm astronot. Lalu siapa fotografernya?Fakta: Kamera sudah ditanam di bagian dada baju para astronot. Di foto ini, kamu bisa lihat kalau tangan Neil berada di dekat dada. Jadi, dia tak perlu jepret kamera mendekati matanya. Selain itu, ada beberapa foto lain yang diambil oleh modul pendaratan di bulan (Eagle) dan kamera melayang yang dikendalikan jarak jauh dari Bumi. NASA tahun 1965 sudah cukup canggih lho!4. Mana bintangnya?
Mitos: Ruang angkasa penuh dengan bintang. Tapi pada foto-foto dari bulan tak kelihatan bintang sama sekali?Fakta: Pernah dengar istilah polusi cahaya? Ini adalah alasan teleskop umumnya diletakkan di puncak gunung untuk menghindari polusi cahaya dari bumi. Dalam kasus ini, permukaan bulan yang memantulkan cahaya matahari menjadi polusi cahaya sehingga menutupi cahaya dari bintang yang jauh.Dalam fotografi, para astronot memotret petualangan mereka di bulan dengan settingan kamera eksposur cepat yang membuat cahaya yang masuk kecil. Mereka mengambil gambar pada eksposur 1/150 atau 1/250 detik. Justru aneh kalau di foto astronot itu kelihatan bintang.5. Kok tak ada kawah bekas pendaratan modul?
Mitos: Dari pesawat luar angkasanya, Neil Armstrong dan Buzz Aldrin turun ke bulan menggunakan modul pendaratan bernama Eagle. Mesin modul yang kuat seharusnya membuat bekas kawah yang dalam di permukaan bulan yang lembut. Tapi di foto permukaan bulan di bawah modul masih terlihat halus seakan-akan mesin itu udah ditaruh sebagai properti studio.Fakta: Mesin modul sudah diturunkan power dan kecepatannya tepat sebelum mendarat. Modulnya juga tidak melayang cukup lama untuk membuat kawah atau menerbangkan banyak debu. Lapisan bulan itu tipis tapi di bawahnya adalah batuan yang keras. Jadi, walaupun kaki astronot berbekas, kaki modul bulan tidak dapat mencapai kedalaman yang cukup untuk membuat kawah.6. Banyak sumber cahaya seperti di studio TV
Mitos: Beberapa bayangan pada foto astronot tidak tampak paralel satu sama lain. Beberapa objek dalam bayangan malah terlihat jelas seolah-olah cahaya datang dari berbagai sumber seperti lighting studio kamera.Fakta: Memang banyak sumber cahaya yakni ada Matahari, ada Bumi yang memantulkan cahaya, ada cahaya dari pantulan modul, baju astronot, dan permukaan bulan. Selain itu, para astronot sengaja mengambil foto mereka di daerah perbukitan supaya mendapatkan penerangan baik. Kontur permukaan yang naik turun menghasilkan banyak bayangan dengan panjang yang bervariasi.
7. Batuan Bulan mirip bebatuan Antartika
Mitos: Batuan yang dibawa balik dari Bulan identik dengan batu yang dikumpulkan dari ekspedisi ilmiah ke Antartika.Fakta: Beberapa batuan Bulan memang ditemukan di Bumi. Tapi rata-rata sudah hangus dan teroksidasi ketika melewati atmosfer bumi sebagai asteroid. Selama 45 tahun terakhir sejak hari bersejarah itu, banyak studi dan analisis lebih lanjut dari ahli geologi yang telah mengkonfirmasi bahwa batuan Apollo adalah batu yang dibawa manusia dari Bulan.