Kita yang hidup di bumi kadang ngerasain panas yang luar biasa waktu suhu udara di sekitar kita meningkat. Padahal jarak bumi dari matahari yang merupakan sumber panas adalah sekitar 150 juta kilometer. Plus, kita masih dilindungi oleh atmosfer yang menyaring panas matahari agar nggak langsung membakar kulit kita. Nah, sekarang bayangin seberapa panas Merkurius, yang dalam Tata Surya letaknya paling dekat dengan matahari?Merkurius merupakan planet terdekat ke Matahari, dengan rata-rata jarak sekitar 58 juta kilometer. Dengan diameternya diperkirakan sekitar 4.862 kilometer, Merkurius bisa dibilang merupakan planet terkecil. Sama seperti semua planet lainnya, Merkurius juga mengelilingi bumi. Bedanya, jika Bumi mengelilingi matahari selama 365 hari dan Pluto selama 249 tahun, maka Merkurius hanya butuh waktu 88 hari. Sangat cepat, kan? Gara-gara revolusinya yang super cepat, planet ini disebut juga planet Hermes. Hermes merupakan nama salah satu utusan Dewa Roma yang dikisahkan bisa bergerak sangat cepat. Secara perhitungan matematika, Merkurius bergerak dengan kecepatan 48 km per detik dalam mengelilingi matahari. Wow!Nah, sebaliknya, waktu yang dibutuhkan Merkurius untuk berotasi adalah sekitar 59 hari; lama banget kalau dibandingkan dengan Bumi. Bayangin masa siang di planet ini lamanya bisa sekitar satu bulan, dan begitupun malam harinya. Saat siang, suhu pada permukaan Merkurius bisa naik hingga 400 derajat C atau sekitar 750 derajat Fahrenheit. Sementara pada malam harinya, suhu bisa turun hingga -200 derajat C. Perubahan dari panas ke dingin ini bisa disebut sangat ekstrem, sehingga rasanya mustahil suatu saat akan ada manusia yang bisa tinggal di sana. Kira-kira ada nggak ya, astronot yang bisa sukses menjejakkan kaki di Merkurius suatu saat nanti?