Proses terjadinya angin dan hujan, bagian dari cuaca di Bumi
Merdeka.com - Pernah nggak sih kamu merasa dalam satu hari cuaca bisa berubah-ubah banget? Pagi cerah, siang panas terik, lalu sore harinya hujan deras dan malam berangin. Angin, hujan, awan dan terik matahari adalah bagian dari cuaca. Cuaca adalah apa yang terjadi di dalam atmosfer di sekelilingmu. Cuaca memang bisa berubah-ubah dengan cepat. Namun iklim nggak seperti itu. Iklim adalah cuaca rata-rata di suatu tempat untuk waktu yang panjang.
Kali ini, kita akan membahas beberapa hal yang menarik tentang proses terjadinya angin dan hujan.
a. Angin
Semua cuaca terjadi karena panas sari matahari menghangatkan permukaan Bumi. Pemanasan ini membuat udara di dalam atmosfer bergerak. Inilah yang disebut angin.
b. Hujan
Pada saat menghangatkan lautan, sungai dan danau di Bumi, sinar matahari meengubah permukaan air menjadi gas. Gas inilah yang kemudian naik ke langit dan menjadi uap air di sana. Uap air itu kemudian membentuk awan, yang biasanya kamu lihat berwarna putih di langit. Awan biasanya terbentuk pada daerah dimana udara hangat bertemu dengan udara dingin.
Ketika awan mulai mendingin, air jatuh ke Bumi dalam bentuk hujan atau salju. Hujan mengisi laut, sungai, dan danau. Laut, sungau, dan danau dipanaskan oleh sinar matahari dan siklus air pun dimulai lagi. Siklus perjalanan air ini disebut sebagai siklus air.
Wah, ternyata di alam ini, segala sesuatu benar-benar berjalan dengan luar biasa. Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau salah satu dari unsur-unsur pembentuk cuaca itu nggak bisa berfungsi dengan baik? Tentu akan jadi kekacauan yang sulit diredakan. Untuk itu, sangat penting menjaga alam agar semua proses yang terjadi di dalamnya tetap terjaga. (mdk/iwe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya