Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mitos dominasi otak kanan dan kiri dalam profesi, Benar nggak sih?

Mitos dominasi otak kanan dan kiri dalam profesi, Benar nggak sih? Ilustrasi otak. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Apa kamu pernah dengar berbagai mitos tentang dominasi otak bagian kiri dan kanan? Misalnya jika orang dengan dominasi otak kiri cocok masuk kelas IPA atau jadi ilmuwan? Sebaliknya, jika dominan otak kanan maka akan sukses jadi pebisnis. Kira-kira mitos tersebut benar nggak ya?

Ahli bedah otak bernama Paul Broca tergolong orang pertama yang menyadari jika ada bagian di otak yang bertanggung jawab untuk kemampuan bicara seseorang. Bagian ini disebut area Broca, terletak di sekitar depan sebelah kiri otak. Jika pembuluh darah di area Broca pecah, maka bisa dipastikan orang tersebut akan kesulitan bicara dan berkomunikasi.Hal ini juga bisa disebut sebagai gejala stroke ringan.

Broca juga merupakan ilmuwah pertama yang mengatakan jika penderita epilepsi bisa berkurang kejang-kejangnya kalau jembatan otak kanan dan kiri yang disebut corpus colossum diputus. Hasil penelitiannya membantu banyak penderita epilepsi untuk menjalani hidup normal. Ini yang membuat masyarakat dan ilmuwan menerima penelitian Broca tentang dualitas fungsi otak.

Pendapat Broca di atas membuat banyak orang sering mengaitkan otak kiri dengan kemampuan bahasa. Apalagi sudah ditambah bukti-bukti lain dari teman-temannya sesama dokter tentang pasien yang sulit berbicara saat otak kirinya terserang stroke. Gangguan pada otak kiri juga bisa membuat seseorang mengalami Aphasia, yakni kondisi saat susah payah ingin mengatakan suatu kata padahal tahu artinya. Jika kerusakannya menyerang Area Broca maka seseorang bahkan tak bisa menyebutkan nama barang, tapi bisa mendeskripsikan bentuk, warna, serta kegunaan barang-barang tersebut.

Kalau kondisi di atas namanya Aphasia, maka yang terjadi di otak kanan namanya Agnosia. Agnosia adalah kelainan yang disebabkan oleh kerusakan di bagian ota kanan dan akan membuat seseorang kesulitan mengenali pola yang biasa dengan mudah kita kenali, yaitu muka manusia. Dari kedua kondisi tadi muncul banyak pendapat kalau otak bagian kiri untuk hal-hal yg runut seperti linguistik atau kalkulasi, sedangkan otak kanan untuk hal-hal seperti visual atau sensor spasial atau ruang.

Kenyataannya, dalam proses berpikir dan menerima input sinyal dari indera otak kita bekerja secara bersamaan atau simultan. Fungsi tertentu bagian otak kanan dan kiri memang benar-benar diteliti. Namun faktanya segala hal yang kita lakukan akan menggunakan kedua bagian otak yakni kiri dan kanan secara simultan. Jadi masih percaya mitos? (mdk/iwe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP