Kenali lebih dekat kain besurek dan tenun Dayak
Merdeka.com - Seni keindahan adalah salah satu cabang seni yang sangat diminati oleh banyak orang. Salah satu media yang bisa menunjukkan keindahan itu adalah kain. Indonesia sendiri juga memiliki banyak jenis kain. Mari kita simak penjelasannya bersama.
Kain besurek adalah kain tradisional asli Indonesia yang berasal dari wilayah Bengkulu. Besurek ini memiliki arti bersurat atau bertuliskan. Nama kain ini berasal dari motif kain batik besurek yang berbentuk motif huruf arab gundul atau kaligrafi yang dikaligrafikan. Motif juga terinspirasi dari unsur-unsur kebudayaan islam. Motif inilah yang membedakan kain batik besurek dengan batik jawa. Namun, proses pembuatan kain besurek ini nggak berbeda dengan pembuatan batik jawa. Untuk bagian pewarnaan kain, besurek ini punya warna yang lebih cerah dan bervariasi.
Lain kain besurek, lain juga dengan kain tenun Dayak. Dulu, setelah selesai berladang, para wanita Dayak akan menenun kain. Tenunan Dayak ini dibuat dengan menggunakan alat yang biasa disebut dengan gedok. Proses pembuatannya juga cukup lama, bahkan bisa sampai berbulan-bulan. Proses pewarnaannya juga memakai bahan alami. Kain tenun dayak ini memiliki corak flora dan fauna yang berasal dari alam yang ada di daerah sekitar Dayak. Ada beberapa jenis tenun Dayak, seperti kebat yang punya motif asimetris atau motif alam, sidan yang punya warna terang dan cerah, sungket yang punya motif garis besar dan tegas. Kain kebat, sidan dan sungket ini biasa digunakan oleh suku Dayak Iban di Kalimantan Barat.
Nah, sekarang kamu sudah tahu tentang kain besurek dan tenunan Dayak yang ada di Indonesia. Kain khas Indonesia ini tentunya sudah menjadi kebanggan tersendiri bagi bangsa kita. (mdk/iwe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya