Indahnya talibun, puisi lama yang bikin kamu kagum
Merdeka.com - Dalam hal sastra, Indonesia tergolong cukup kaya. Kita nggak cuma punya banyak karya sastra modern yang baik, tapi juga karya klasik yang luar biasa. Contohnya adalah puisi. Indonesia punya banyak puisi lama. Salah satu bentuk puisi lama yang bakal kita bahas kali ini adalah talibun.
Talibun adalah bentuk puisi lama yang hampir sama dengan pantun karena terdapat sampiran dan isi. Ia punya jumlah baris lebih dari 4 (mulai 6-20 baris) dan memiliki persamaan bunyi pada akhir baris. Di bawah ini adalah beberapa ciri talibun yang perlu kamu tahu:
- Merupakan sejenis puisi bebas.
- Terdapat beberapa baris dalam rangkap untuk menjelaskan pemerian.
- Substansinya berdasarkan suatu perkara yang diceritakan secara rinci.
- Tiada pembayang, setiap rangkap dapat menjelaskan suatu keseluruhan cerita.
- Menggunakan puisi lain dalam pembentukannya.
- Gaya bahasa yang luas dan lugas.
- Berfungsi untuk menjelaskan suatu perkara.
- Bahan penting dalam pengkaryaan cerita pelipur lara.
Untuk membuat talibun, banyak tema yang bisa kamu pilih. Beberapa tema itu misalnya:
Simak contoh talibun di bawah ini!
Telah penat hamba mendaki
mendaki batu berjenjang
bulan tak juga terang-terangnya
Telah penat hamba menanti
telah putih mata memandang
tuan tak kunjun datang juga
Setinggi-tinggi melanting
membumbung ke awang-awang
baliknya ke tanah jua
sehabis dahan dengan ranting
dikupas di kulit batang
teras pengubar barulah nyata
Berkeris si katin muna
patah sudah bersimpai belum
tak sebuah jadi tuah
jika dilihat pusaka lama
dibangkit batang nan terendam
tlah banyak lagi yang berubah
Indah kan talibun itu? Tertarik untuk mencoba membuat talibun juga, kan? (mdk/iwe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya