Abah Anton, Walikota Malang yang dulunya pernah jadi sales dan sopir
Merdeka.com - Hidup bagaikan roda yang berputar, kadang seseorang berada di atas namun ada kalanya di bawah. Peribahasa tersebut juga cocok menggambarkan roda kehidupan Haji Mochammad Anton, Walikota Malang. Sebelum menjabat sebagai Walikota dan juga pengusaha sukses penyuplai tetes tebu ke perusahaan besar di Indonesia, Anton pernah melakoni beragam profesi mulai dari sales hingga sopir.
Latar belakang keluarga yang kurang mampu membuat Anton sudah menjajakan kue sejak duduk di bangku sekolah. Kemudian beliau menjadi penjual sembako dengan berkeliling dari desa ke desa untuk mengantarkan sembako dagangannya itu.
Saat duduk di bangku SMA, pria yang akrab disapa Abah Anton itu memilih menjadi sopir. Melanjutkan kuliah di Surabaya, Anton kemudian bekerja sebagai sopir di kota tempatnya menuntut ilmu tersebut. Beliau sempat mengenyam pendidikan di jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan sampai semester enam kemudian mengambil cuti terminal. Kondisi keuangan yang tak mencukupi membuatnya tak lulus kuliah.
Suatu hari di tahun 1998, Anton bertemu dengan seseorang dari Jakarta yang memintanya untuk mencarikan tetes tebu. Meski berbeda jauh dari bidang pendidikan yang ditempuh, Anton menyanggupi penawaran sebagai perantara tersebut. Saat itu, belum ada orang yang melirik usaha tetes tebu karena hanya dianggap sebagai limbah oleh masyarakat. Beliau pun berhasil memenuhi permintaan tetes tebu dari Pabrik Gula Krebet Bululawang meski tanpa modal dan pengalaman tentang tebu.
Tak tanggung-tanggung, Anton mampu mengirimkan 3.000 ton tetes tebu dengan omset ratusan juta yang didapatkannya secara gratis karena dianggap limbah. Kala itu harganya masih sekitar Rp 150.000 per ton.
Melihat usahanya berjalan lancar, Anton akhirnya memutuskan untuk berhenti jadi perantara dan mampu menyuplai tetes tebu ke dua pabrik besar penyedap rasa. Tetes tebu yang dihasilkan tidak hanya dari pabrik gula di Jawa Timur, melainkan dari Jawa Tengah dan Jawa Barat. Omzet yang diraup pun mencapai jumlah miliaran.
Kisah suksesnya sebagai pengusaha tetes tebu tentunya tidak lepas dari sinerginya dengan petani tebu. Anton telah membina lebih dari 10 ribu petani tebu di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Kini ia mengabdi sebagai Walikota yang memiliki niat tulus untuk memajukan kota Malang tercinta. (mdk/iwe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya