Penggunaan mobil listrik dan hybrid untuk mudik Lebaran kini semakin umum di Indonesia.
Menempuh jarak ratusan kilometer bukan lagi menjadi kendala bagi kendaraan ramah lingkungan ini, terutama dengan semakin banyaknya infrastruktur pengisian baterai yang tersedia di sepanjang jalur tol di Jawa dan Sumatra.
Namun, setelah menyelesaikan perjalanan mudik, ada beberapa komponen mobil listrik dan hybrid yang perlu diperiksa untuk menjaga performa kendaraan.
Yannes Martinus Pasaribu, seorang pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, mengingatkan pentingnya pemeriksaan komponen tertentu setelah perjalanan jauh.
"Pada mobil hybrid seperti HEV (Hybrid Electric Vehicle) dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle), seluruh pemeriksaan mobil konvensional tetap berlaku mulai dari ban, rem, hingga kaki-kaki, tetapi perlu tambahan perhatian pada sistem kelistrikan dan baterai," ujarnya, disitat dari Antara, Senin (30/3/2026).
Yannes juga menyarankan untuk memeriksa kondisi aki 12V dan melakukan pemindaian (scan) jika ada indikator peringatan yang muncul di panel. Selain itu, sistem pendinginan baterai juga harus diperiksa, termasuk kipas dan jalur sirkulasi udara di dalam kabin.
"Kondisi kabin yang penuh penumpang selama mudik dapat meningkatkan suhu dan membawa debu yang berpotensi mengganggu kinerja sistem tersebut," tambahnya.
Lebih lanjut, sistem pengereman pada mobil hybrid juga perlu diperhatikan. Dalam situasi tertentu, rem mekanis mungkin bekerja lebih keras ketika regenerative braking tidak berfungsi dengan optimal, fitur yang umum ada pada mobil elektrifikasi modern.
"Untuk PHEV, pastikan juga port charging dan kabel dalam kondisi bersih dan aman," imbuhnya.
Advertisement
Sementara itu, perhatian utama pada mobil listrik murni (BEV) terletak pada bagian bawah kendaraan.
Yannes menjelaskan bahwa bobot baterai yang cukup besar membuat mobil lebih sensitif terhadap beban tambahan.
Hal ini dapat menyebabkan ground clearance menurun dan meningkatkan risiko benturan pada pelindung baterai.
"Inspeksi underbody (bawah kendaraan) menjadi sangat penting untuk memastikan tidak ada kerusakan," ujar Yannes.
Selain itu, sistem pendinginan baterai juga perlu diperiksa, terutama jika kendaraan sering menggunakan fast charging (pengisian daya cepat) selama perjalanan mudik. Pengemudi harus memastikan bahwa port pengisian berfungsi normal dan kondisi aki 12V tetap dalam keadaan baik.
Menurut Yannes, ban pada mobil listrik memerlukan pengecekan berkala secara menyeluruh, karena cenderung lebih cepat aus akibat bobot yang lebih berat dibandingkan mobil konvensional.
Sistem pengereman juga harus diperhatikan, karena karakter regenerative braking membuat rem jarang digunakan, sehingga berisiko mengalami karat atau seret jika tidak diperiksa secara berkala.