Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tahun Pertama Memang Berat, Mengurai Problem Program Konversi Motor Listrik

Tahun Pertama Memang Berat, Mengurai Problem Program Konversi Motor Listrik Program konversi motor bensin ke motor listrik terus digalakkan oleh Kementerian ESDM RI.. ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Program konversi motor bensin ke motor listrik sudah dimulai sejak Maret lalu. Program ini menyasar motor lama, umur 7 tahun ke atas, dengan kapasitas mesin 110-125 cc.

Namun, jumlah pendaftar program ini masih rendah. Infrastruktur pendukungnya belum sempurna, seperti bengkel konversi, konversi kit, komponen lokal, dan sebagainya.

Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan dan Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM RI di Cipulir Jakarta Selatan, baru menerima 323 pesanan konversi motor listrik, per 6 Juni 2023.

Jumlahnya masih sedikit, meski program ini disubsidi oleh pemerintah sebesar Rp 7 juta per unit. Jadi bila biaya konversi motor listrik Rp 17 juta, masyarakat hanya membayar Rp 10 juta karena ada subsidi pemerintah. Sebagian besar biaya itu untuk membeli baterai.

Balai Besar ini merupakan bengkel konversi yangbersertifikat Kementerian Perhubungan RI. Sehingga dapat menerima konversi motor listrik untuk publik.

Total ada 24 bengkel yang sudah mendapat sertifikat itu.

Pada tahun pertama ini, ditargetkan 50.000 unit motor listrik hasil program konversi.

Senda Hurmuzan Kanam, Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan dan EBTKE, menjelaskan untuk mencapai target itu, kami akan melatih bengkel-bengkel binaan di seluruh Indonesia.

Jumlahnya 1.000 bengkel supaya dapat mengejar target itu hingga akhir tahun ini.

"Bengkel-bengkel motor umum perlu kami latih supaya dapat melakukan konversi motor lsitrik dan mendapat sertifikat dari Kementerian Perhubungan RI supaya dapat menerima jasa konversi motor listrik," ujar Senda saat media gatheting di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan, Rabu (7/6).

Bengkel konversi merupakan salah satu infrastruktur pendukung agar ekosistem konversi motor listrik semakin sempurna.

program konversi motor bensin ke motor listrik terus digalakkan oleh kementerian esdm ri©2023 Merdeka.com

Paralel dengan itu, perlu disiapkan infrastruktur lain: konversi kit dan komponen dalam negeri dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 40 persen.

"Kami mengharapkan semakin banyak bengkel konversi, sehingga program konversi motor listrik ini dapat diikuti oleh masyarakat di seluruh Indonesia," jelasnya.

Program konversi motor listrik digagas sejak 2020 dengan tujuan ketahanan energi. Program ini lahir karena Indonesia merupakan negara dengan populasi sepada motor terbesar ketiga di dunia.

Populasinya saat ini 125 juta unit sepeda motor. Dampaknya, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan bermotor roda dua ini mencapai 800 barel per hari. Hampir separo kebutuhan nasional.

Menurut Senda, memang ada kesan di masyarakat program konversi motor listrik ini gratis. Padahal tidak, karena ada komponen biaya baterai yang mencapai Rp 8 juta per unit.

"Survei kami pada 2020 menyebutkan, masyarakat bersedia mengonversi motor lamanya, jika biaya konversi di bawah Rp 5 juta. Sementara program konversi taun ini biayanya sekitar Rp 15 juta, akibat biaya baterai mahal," ungkapnya.

Untuk itu, pemerintah menyiapkan sejumlah jurus jitu meski bersifat jangka panjang.

Salah satunya, pemerintah akan mencari investor untuk swap baterai.

Sederhananya, investor inilah yang menjual baterai, sehingga masyarakat tidak perlu membeli baterai, melainkan cukup menyewa saja, sehingga biaya untuk konservasi motor listrik lebih murah.

"Model ini mirip penjualan tabung gas Pertamina, yang mana masyarakat hanya membeli gas, tanpa perlu membeli tabungnya," ungkapnya.

Manfaat buat Industri Dalam Negeri

program konversi motor bensin ke motor listrik terus digalakkan oleh kementerian esdm ri

©2023 Merdeka.com

Agus Tjahajana, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Pengembangan Industri, menambahkan program konversi ini juga mensyaratkan komponen lokal (TKDN) sebesar 40 persen. Supaya program ini berdampak juga bagi industri dalam negeri.

Soal TKDN ini sudah dibahas dan disiapkan sejak 2020, termasuk mendorong pembentukan konsorsium untuk memproduksi komponen utama konversi motor listrik, yakni brushless direct curret (BLDC), electronic controller unit (ECU), dan baterai lithium ion NMC.

Saat ini TKDN untuk ketiga komponen utama konversi motor sudah mencapai 40 persen.

"Komponen BLDC sudah dipasok oleh dua perusahaan domestik. TKDN-nya bahkan hampir 50 persen," ungkap Agus di kesempatan serupa.

program konversi motor bensin ke motor listrik terus digalakkan oleh kementerian esdm ri

©2023 Merdeka.com

Sripeni Inten Cahyani, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Ketenagalistrikan, menambahkan program konversi lahir karena subsidi energi (BBM) sangat memberatkan keuangan negara (APBN). Pada 2020 subsidi BBM mencapai Rp 283 triliun. Biaya yang sangat mahal, hanya untuk membakar dan menjadi asap saja.

"Konsep program konversi, kami shifting subsidi BBM ini sebagian menjadi insentif dengan anggaran Rp 7 triliun. Namun, dampaknya sangat besar dan produktif. Sebab ada industri lokal dibantu dengan persyaratan TKDN, bengkel konversi, teknisi bengkel konversi, dan tentu masyarakat sendiri," ujar Inten.

Menurut Inten, konversi motor BBM lama menjadi motor listrik bermanfaat bagi masyarakat pengguna. Sebab banyak sejumlah penghematan.

Misalnya konsumsi bensin pengguna lebih hemat sebesar 355 liter per tahun, emisi karbon jadi turun 0,64 ton per tahun, biaya beli bensin lebih hemat Rp 3,02 juta per tahun.

Pihaknya juga sedang mendorong lembaga keuangan mau memberikan kredit untuk biaya konversi motor listrik selama 2-3 tahun misalnya. Jadi masyarakat tinggal mencicil saja biaya konversi per bulan, sehingga kemampuan keuangan masyarakat yang ingin mengonversi motor lamanya meingkatkan.

"Kami akan dorong perusahaan pembiayaan untuk masuk pembiayaan motor listrik sehingga ekosistem motor listrik semakin lengkap dan kuat. Jadi ada green finance, green job, upskill, dan sebagainya," pungkas dia.

Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal EBTKE punya target program konversi motor listrik sebanyak 50 ribu motor pada 2023 dan 150.000 unit pada 2024.

(mdk/sya)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP