Ngecas Mobil Listrik Cuma 5 Menit, Teknologi Flash Charging BYD Tiba di RI

Ngecas mobil listrik kini serasa isi bensin. Utomo Charge+ dan BYD luncurkan Flash Charging berdaya 1.500 kW yang isi baterai cuma 5 menit.

Auria Setiarum Cahayani
Ngecas Mobil Listrik Cuma 5 Menit, Teknologi Flash Charging BYD Tiba di RI
Unit mobil listrik BYD dipajang dalam acara media gathering kolaborasi Utomo Charge+ dan BYD di Jakarta, Jumat (16/10).

Momen menunggu berjam-jam saat mengisi daya mobil listrik di SPKLU tampaknya bakal segera jadi masa lalu. Lewat kolaborasi strategis dengan pabrikan raksasa BYD, Utomo Charge+ siap memboyong teknologi Flash Charging berdaya ultra cepat 1.500 kW ke Indonesia.

Inovasi ini diproyeksikan mampu mengubah peta industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) tanah air. Dipadukan dengan Blade Battery generasi kedua milik BYD, baterai kendaraan dari posisi 10% bisa terisi hingga 70% hanya dalam tempo lima menit. Bahkan, untuk mencapai kapasitas 97%, waktu yang dibutuhkan tak sampai sepuluh menit.

Kecepatan ini berhasil memangkas hambatan psikologis calon pengguna yang kerap ragu beralih ke mobil listrik akibat durasi pengisian daya. Tak tanggung-tanggung, BYD mematok target pembangunan hingga 100 fasilitas Flash Chargingdi Indonesia hingga akhir 2026.

"Teknologi Flash Charging merupakan salah satu titik penting dalam evolusi kendaraan listrik. Ke depan, daya saing infrastruktur pengisian tidak hanya ditentukan oleh jumlah charger, tetapi juga oleh kecepatan, keandalan, efisiensi energi, dan kemampuan memberikan pengalaman pengisian yang semakin praktis bagi pengguna," ungkap Business Unit Head Utomo Charge+, Mas Dwi Lestari di Jakarta, Jumat (16/10).

Mas Dwi menambahkan, kolaborasi ini bukan sebatas mendatangkan mesin penyalur daya anyar, melainkan bagian dari kesiapan Utomo Charge+ dalam membangun jaringan charging hub masa depan yang modern, efisien, dan terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi (Battery Energy Storage System).

Mendekati Pengalaman Isi Bensin Konvensional

Uji Coba Flash Charging Utomo Charge+ dan BYD
Demonstrasi pengisian daya kendaraan listrik menggunakan fasilitas SPKLU Utomo Charge+ di kawasan Gandaria City, Jakarta, Jumat (16/10).

Langkah terobosan ini disambut positif oleh pelaku industri. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengisian Listrik Indonesia (ASPELUSI), Anthony Utomo, menilai hadirnya pengisian daya super cepat akan mempercepat penerimaan mobil listrik di tengah masyarakat secara masif.

"Selama ini, salah satu tantangan terbesar dalam adopsi kendaraan listrik adalah persepsi masyarakat mengenai lamanya waktu pengisian daya. Kehadiran teknologi Flash Charging menunjukkan bahwa industri kendaraan listrik terus berkembang untuk menjawab tantangan tersebut. Ketika waktu pengisian semakin mendekati pengalaman pengisian bahan bakar konvensional, maka salah satu hambatan psikologis utama masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik juga akan semakin berkurang," papar Anthony Utomo.

Namun, Anthony memberikan catatan penting bahwa lompatan teknologi ini perlu diimbangi kesiapan pasokan energi nasional, keandalan jaringan listrik, hingga ekosistem regulasi yang adaptif. Menurutnya, SPKLU harus dipandang sebagai bagian dari infrastruktur energi strategis nasional.

"Sebagai asosiasi, kami melihat bahwa masa depan industri pengisian kendaraan listrik tidak hanya tentang membangun lebih banyak titik pengisian, tetapi tentang membangun infrastruktur yang tepat, di lokasi yang tepat, dengan teknologi yang tepat," tegasnya.

Peluang Emas Investasi Properti dan Kawasan Komersial

Tingginya daya saing pengisian kilat ini sekaligus membuka keran kemitraan baru. Utomo Charge+ mengajak para pemilik lahan, pengelola kawasan komersial, hingga pengembang properti untuk berkolaborasi menyediakan lokasi-lokasi strategis bagi jaringan charging hub.

"Kami percaya bahwa pengembangan infrastruktur kendaraan listrik merupakan peluang kolaborasi jangka panjang. Utomo Charge+ membuka kesempatan bagi pemilik lahan, pengelola properti, dan mitra investasi untuk bersama-sama membangun jaringan pengisian daya yang berkelanjutan dan memiliki nilai ekonomi," tutur Mas Dwi Lestari.

Pihak BYD pun menegaskan pentingnya peran operator lokal dalam memperluas jangkauan layanan ini ke seluruh penjuru Indonesia.

"Melalui kerja sama dengan mitra strategis seperti Utomo Charge+, kami berharap dapat memperluas jangkauan layanan pengisian daya dan memberikan pengalaman yang semakin baik bagi pengguna kendaraan listrik di Indonesia," ujar Business Development Mega Dealer BYD Haka Auto, Achmad Rosyadi.

Rekomendasi