Menyalip di Tengah Badai: Duel Seru Layar Mirip Balapan di Indonesia Regatta 2025

Kejuaraan Nasional Layar Indonesia Regatta 1 Tahun 2025 sukses digelar di Ancol, melibatkan atlet nasional dan internasional dalam persaingan sengit.

Dedi Rahmadi
Oleh Dedi Rahmadi - Reporter
Menyalip di Tengah Badai: Duel Seru Layar Mirip Balapan di Indonesia Regatta 2025
Menyalip di Tengah Badai: Duel Seru Layar Mirip Balapan di Indonesia Regatta 2025 (Merdeka.com)

Pengurus Besar Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (PB Porlasi) menggelar Kejuaraan Nasional Indonesia Regatta 1 Tahun 2025 pada 10 dan 11 Mei 2025 di Indonesia National Sailing Center, Ancol, Jakarta Utara. Event bergengsi ini diikuti 48 atlet dari berbagai daerah yang bersaing dalam delapan kelas pertandingan. 

Kejuaraan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal PB Porlasi, Kolonel Laut (S) Dodik Pujiargo, yang mengungkapkan kegembiraannya atas meningkatnya antusiasme para atlet muda. Kejuaraan Nasional Layar ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan penonton dan juri. 

Dengan peserta yang berasal dari berbagai daerah, kompetisi ini menjadi momen penting dalam pengembangan olahraga layar di Indonesia. Dengan semangat yang membara, para atlet berlaga dalam berbagai kategori, termasuk Optimist, ILCA 4, ILCA 6, dan ILCA 7, baik untuk putra maupun putri.

Semangat Membara di Hari Pertama

Pada hari pertama, sebanyak 23 atlet layar junior berlaga di kelas Optimist Green Open, Optimist Men, dan Optimist Women. Meskipun masih berusia sangat muda, para atlet ini menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mengendalikan layar dan menaklukkan angin demi meraih posisi terbaik. Sementara itu, di nomor ILCA 4, ILCA 6, dan ILCA 7, persaingan sengit terjadi antar atlet dari berbagai wilayah.

Di kelas ILCA 6 Women, nama-nama seperti Kirana Wardojo, Riska Andriani, dan Nurul Rahma Iedha bersaing ketat menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Kolonel Dodik Pujiargo menyampaikan optimismenya terhadap masa depan olahraga layar di Indonesia. Ia yakin olahraga ini akan semakin diminati dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi di ajang regional maupun internasional.

Tantangan Cuaca di Hari Kedua

Memasuki hari kedua, semangat para peserta tidak surut. Mereka tetap berjuang keras untuk mengumpulkan poin maksimal. Namun, tantangan cuaca datang saat race ketiga berlangsung. Angin kencang yang kemudian disertai hujan membuat pertandingan semakin menantang dan memaksa para atlet untuk lebih berhati-hati dalam mengatur layar mereka.

Meski kondisi tidak bersahabat, para atlet tetap mampu menyelesaikan race keempat dan menembus garis finish. Di kelas Optimist Open, atlet Singapura Jairus Teo tampil sebagai juara pertama, disusul oleh Mitha Raya Siswanti dari Kota Bandung dan Muhammad Adit dari Kalimantan Timur di posisi kedua dan ketiga. Kemenangan juga diraih oleh Fakhri Khalfani Akbar dari Kota Bekasi di kelas ILCA 4 Men, serta Adelia Maisyah Adha dari Kalimantan Timur di kelas ILCA 4 Women.

Olahraga Layar
Olahraga Layar Istimewa

Penutupan

Indonesia Regatta 1 Tahun 2025 ditutup secara resmi oleh Ketua Umum PB Porlasi, Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangga dan bahagianya atas penampilan para atlet muda yang menunjukkan potensi besar dalam olahraga layar. Menurut Laksdya Erwin, kehadiran atlet-atlet muda yang mampu berprestasi menjadi pertanda baik bahwa olahraga layar mulai diterima luas oleh masyarakat.

Ia berharap seluruh pengurus provinsi dan cabang di berbagai daerah terus melakukan pembinaan secara maksimal agar Indonesia dapat melahirkan juara-juara baru yang mampu bersinar di tingkat nasional maupun internasional. Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum penting dalam membangun masa depan olahraga layar Indonesia. Dengan dukungan dan pembinaan yang tepat, harapan untuk mengibarkan Merah Putih di event layar internasional bukanlah hal yang mustahil.

Rekomendasi