10 Merek Mobil Teratas yang Paling Banyak Mengimpor ke Indonesia, Nomor 2 'Pemain' Baru

Berikut daftar 10 pabrikan yang paling banyak mengimpor mobil ke Tanah Air.

Amiza Qorina
Oleh Amiza Qorina - Reporter
10 Merek Mobil Teratas yang Paling Banyak Mengimpor ke Indonesia, Nomor 2 'Pemain' Baru
10 Merek Mobil Teratas yang Paling Banyak Mengimpor ke Indonesia, Nomor 2 'Pemain' Baru (Merdeka.com)

Dengan pertumbuhan pasar otomotif di Indonesia, sejumlah merek mobil masih memilih untuk mengimpor unit-unitnya secara utuh dari luar negeri. Menurut data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), terdapat sekitar 30 merek mobil yang membawa kendaraan mereka ke Indonesia.

Walaupun beberapa produsen telah memulai produksi lokal, angka impor masih cukup besar, terutama untuk memenuhi permintaan model-model yang belum diproduksi di dalam negeri. Berikut adalah daftar pabrikan yang paling aktif dalam mendatangkan mobil dari luar negeri ke Indonesia.

Berikut adalah daftar penjualan unit kendaraan dari beberapa merek:

  1. Toyota: 30.029 unit terjual
  2. BYD: 16.314 unit terjual
  3. Suzuki: 12.167 unit terjual
  4. Mitsubishi Motors: 5.822 unit terjual
  5. Honda: 4.362 unit terjual
  6. Mazda: 4.111 unit terjual
  7. Lexus: 2.352 unit terjual
  8. Hyundai: 1.904 unit terjual
  9. BMW: 1.838 unit terjual
  10. Citroen: 1.204 unit terjual

Toyota Masih Dominasi Pasar Mobil Impor di Indonesia

Di Indonesia, Toyota terkenal dengan beragam lini produknya yang sangat luas, tetapi tidak semua kendaraan yang ditawarkan diproduksi di dalam negeri. Merek asal Jepang ini masih mengimpor beberapa model, seperti Corolla Altis, GR Corolla, Camry, GR 86, Voxy, Alphard, Corolla Cross, Land Cruiser, dan Hilux Rangga. Melalui proses impor ini, konsumen dapat menikmati berbagai model yang mungkin belum diproduksi secara lokal. Meskipun pasar otomotif domestik terus berkembang, Toyota tetap menjadi salah satu merek terkemuka dalam segmen kendaraan impor.

BYD Melaju ke Posisi Kedua dalam Daftar Impor

Walaupun baru memulai kegiatan impor pada bulan Juni 2024, BYD sudah berhasil meraih posisi kedua dalam daftar merek otomotif yang melakukan impor mobil di Indonesia. Saat ini, BYD hanya menawarkan beberapa model seperti Seal, Dolphin, Atto 3, dan M6, yang seluruhnya diimpor dari negara asalnya. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa pabrik BYD yang berada di Subang baru akan selesai dibangun pada akhir tahun 2025. Meskipun demikian, kehadiran BYD di pasar semakin terasa dengan meningkatnya penjualan model-model ramah lingkungan seperti kendaraan listrik (EV).

Pada umumnya, total impor mobil dari Januari hingga November 2024 telah mencapai 89.794 unit. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023, di mana jumlahnya hanya 84.550 unit.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Apa alasan merek-merek ini masih mengimpor mobil?

Berbagai merek melakukan impor mobil akibat tingginya permintaan pasar untuk model-model tertentu yang sulit diproduksi secara lokal, terutama untuk kendaraan premium atau khusus. Di samping itu, infrastruktur dan kapasitas pabrik dalam negeri belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan semua jenis mobil.

Apakah mobil-mobil impor akan lebih mahal?

Seringkali, kendaraan yang diimpor memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan kendaraan yang dibuat di dalam negeri, disebabkan oleh adanya biaya impor dan pengeluaran logistik tambahan.

Mengapa Toyota menjadi merek yang paling banyak mengimpor mobil ke Indonesia?

Toyota merupakan merek dengan jumlah impor tertinggi, berkat ragam produk dan berbagai model yang tidak sepenuhnya diproduksi di dalam negeri. Beberapa model andalan seperti Corolla Altis, GR Corolla, Camry, dan Land Cruiser diimpor dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Rekomendasi