Penyebab Umum Power Steering Mobil Menjadi Berat dan Cara Mengatasinya

Berikut adalah beberapa penyebab umum yang dapat menyebabkan power steering mobil berat

Yudi Suryanto
Oleh Yudi Suryanto - Reporter
Penyebab Umum Power Steering Mobil Menjadi Berat dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi interior mobil. (Photo by Vojtěch Planík on Unsplash) (@ 2024 otosia.com)

Sistem power steering berfungsi untuk mempermudah dan meningkatkan kenyamanan pengemudi saat mengemudikan mobil. Namun, ada kalanya power steering bisa tiba-tiba menjadi berat, yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengemudi dan berisiko mengancam keselamatan.

Di bawah ini adalah beberapa faktor umum yang dapat menyebabkan power steering mobil menjadi berat, yang dirangkum dari berbagai sumber pada Senin (9/9/2024).

Walaupun tidak ada tanda-tanda kebocoran pada pipa atau selang power steering, kebocoran yang terjadi pada komponen lain seperti pompa atau steering rack juga dapat mengakibatkan power steering terasa berat. Kebocoran yang kecil dapat mengurangi volume cairan dalam sistem, yang pada gilirannya menurunkan tekanan dan membuat power steering menjadi lebih berat.

2. Masalah pada Pompa Power Steering

Pompa power steering berfungsi untuk mengalirkan cairan ke dalam sistem power steering dan meningkatkan tekanannya. Apabila pompa mengalami kerusakan atau keausan, kemampuannya untuk memompa cairan akan berkurang, sehingga menyebabkan power steering menjadi berat.

Oli power steering berperan sebagai pelumas yang memudahkan pergerakan kemudi. Ketika oli power steering menipis atau habis, tekanan hidrolik tidak akan mencukupi untuk mengurangi beban pada putaran setir, sehingga membuat kemudi terasa lebih berat.

4. Masalah pada Sabuk Power Steering

Sabuk power steering memiliki fungsi krusial dalam memompa oli untuk menciptakan tekanan. Jika sabuk ini mengalami kerusakan atau masalah, maka pergerakan kemudi akan terasa lebih berat dibandingkan biasanya.

Kerusakan pada rack steer dapat mengakibatkan beratnya power steering. Komponen ini berperan dalam menghubungkan setir dengan roda kendaraan, sehingga kerusakannya dapat berdampak pada performa power steering.

6. Gangguan pada Sistem Kelistrikan

Sistem power steering yang canggih biasanya memanfaatkan motor listrik yang terpasang pada rak atau kolom kemudi. Apabila motor listrik mengalami kerusakan, sensor kemudi tidak berfungsi dengan baik, kabel mengalami putus, atau sekring terbakar, maka power steering bisa mengalami kegagalan.

Sistem suspensi yang tidak berfungsi secara optimal atau mengalami kerusakan dapat berdampak pada cara setir mobil terasa. Komponen suspensi yang telah aus atau rusak, seperti bushing, shock absorber, atau strut, bisa mengurangi stabilitas serta kenyamanan saat berkendara, yang dapat menyebabkan setir menjadi lebih berat.

8. Tekanan Angin Ban yang Tidak Cukup

Kurangnya tekanan angin pada ban juga dapat memengaruhi kinerja power steering. Ban yang tidak cukup angin akan membuat pengendalian mobil menjadi lebih sulit dan membuat setir terasa lebih berat. Pastikan untuk memeriksa tekanan angin ban agar sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan.

Rekomendasi