Jepang merupakan salah satu kiblat otomotif di dunia termasuk konsumen otomotif di Indonesia.
Namun, untuk urusan produk lampu aftermarket, produk aftermarket Indonesia berani diadu dengan produk Jepang.
Keyakinan itu diungkapkan oleh Founder Yoong Motor Group Indonesia, Yomin Sugiarto, saat jumpa pers ILX Autos IMX 2023 seri pertama di Osaka Automesse, di kawasan SCBD-Jakarta, akhir pekan lalu.
Ya, Yoong Motor akan meluncurkan produk baru untuk pasar Jepang di Osaka Automesse (OAM) di Jepang, pada 10-12 Februari mendatang.
Yoong Motor bersama Osram merilis tiga produk di gedung Intex Osaka, Jepang, pada 10-12 Februari. Produk anyarnya terdiri atas projektor, lampu LED (CBI All Season), dan CBI Laser.
Gambaran ketiga produk lampu itu adalah lampu LED dengan beberapa titik atau layer pencahayaan dengan daya 50 watt. Menariknya, bersifat plug and play, sehingga dapat langsung dipasang tanpa perlu kustom rumah lampu bawaan pabrikan.
"Tren lampu aftermarket di Jepang cenderung pada modifikasi, beda dengan Indonesia yang trennya ke arah fungsional," ujar Yomin Sugiarto.
Yomin menjelaskan, produk baru yang segera diluncurkan di Osaka Automesse antara lain produk headlamp pertama dengan dua warna. Warna putih untuk lampu dekat dan warna kuning untuk lampu jauh. Sehingga, produk ini cocok digunakan pada semua kondisi jalan seperti jalan gelap, hujan, bahkan berkabut.
Steven Robertus, Special Lighting Division Manager Osram Indonesia, menambahkan, projektor tersebut memiliki lampu dekat warna putih dengan tingkat cahaya 6.000 kelvin, sementara lampu kuningnya sekitar 3.000 kelvin.
Produk LED itu hadir untuk menjawab kebutuhan konsumen yang suka petualangan. Namun, di sisi lain mobil tersebut juga digunakan sehari-hari. Artinya secara daya tahan, fungsi, dan kepuasannya sudah disesuaikan.
“Maret awal, kita launching di Indonesia. Pengembangan produk ini sekitar 6 bulan. Harga jualnya di Indonesia sekitar Rp 4-5 juta sudah all in dengan garansi 2 tahun. Namun, untuk lamppu LED saja Rp 1,6-1,8 juta,” sambung Yomin.
Secara umum, lanjut Yomin, daya kelistrikan lampu tersebut disesuaikan dengan kondisi lampu standar mobil zaman sekarang, yang mana sebagian besar mengusung halogen A4 55-60 watt.