Karya Anak Negeri, Karma Bodykit Porsche Cayman 987.2 Beraksi di SEMA Show 2022

Karma Bodykit asal Indonesia terus mendobrak pasar bodykit dunia. Kini hadir di 5 negara sebagai pasar utamanya, yakni Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, dan China.

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Karya Anak Negeri, Karma Bodykit Porsche Cayman 987.2 Beraksi di SEMA Show 2022
Karma Bodykit tampil di SEMA Show 2022, Las Vegas, Amerika Serikat.. ©2022 Merdeka.com

Karma Bodykit asal Indonesia terus mendobrak pasar bodykit dunia. Kini hadir di 5 negara sebagai pasar utamanya, yakni Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, dan China.

Kiki Anugraha, founder Karma Bodykit,mengungkapkan target berikutnya adalah pasar Jepang.

“Saat ini sudah ada 2 calon mitra di Jepang yang berminat. Kendala kami sebenarnya lebih ke persoalan shipping atau pengiriman,” kata Kiki dalam rilisnya, kemarin.

Untuk pasar Amerika, body kit karya anak bangsa ini kembali hadir di ajang Specialty Equipment Market Association (SEMA) Show di Las Vegas, Amerika Serikat, pada 1-5 November 2022.

Di SEMA Show 2022, produk KARMA Bodykit mendapat sambutan positif.

“Pasti kepuasannya berbeda, ketika orang memakai produk lokal dengan bangga, di negeri yang jauh dari tempat asalnya. Malah tanpa disuruh, mereka juga menempelkan stiker Karma bodykit besar di bodi dan kaca mobilnya. Padahal kami tidak ada sama sekali menyuruhnya. Ini menandakan kebanggaan mereka memakai produk Karma. Sebuah makna keren yang belum tentu dilakukan oleh mereka yang pakai produk lokal di negeri ini. Bagaimana cara mereka di luar bisa menghargai produk lokal kita dengan berbagai kelebihannya. Itu hal yang patut diapresiasi dan dihargai bersama,” jelas Kiki.

Dalam perhelatan komponen aftermarket, produk, dan modifikasi dunia itu, Karma Bodykit menampilkan produk terbarunya berlabel Karma Porsche Cayman 987.2. Sesuai namanya, body kit terbaru Karma ini menempel pada Porsche Cayman milik Tyler Cordura.

Kiki menjelaskan Tyler Cordura merupakan salah satu tokoh anak muda penyuka modifikasi di Amerika yang menjadi rujukan tren dan gayanya dalam mendandani mobil kesukaannya.

”Setiap modifikasi dan arahannya selalu menjadi kiblat anak muda penyuka modif di sini. Bisa dilihat postingan di Instagram-nya,” ujar Kiki dalam rilisnya, kemarin.

Menurut Kiki, untuk body kit Cayman ini sebenarnya sudah dibuat produksi ketiga. Adapun body kit Karma Cayman 987 edisi perdana sudah menempel pada Porsche Cayman merah marun milik Mochamad Chandra Kurniawan alias Charock yang dirilis pada 2020.

Body kit Karma Cayman terdiri atas bumper depan, bumper lips, side skirt bumper belakang, fender, overfender, dan wing spoiler. Desain agresif khas Karma Bodykit juga menjelma lewat air-dam besar serta mempertahankan lekukan khas di ujung bumper dan side skirt.

Semua fungsi dan performa body kit ini diperhitungkan secara matang, termasuk pemasangannya yang plug and play.

Karma Bodykit diproduksi dari material FRP (Fibreglass Reinforced Plastics) grade A. Bahan tersebut dipilih karena konstruksinya fleksibel, tapi kuat dan ringan. Dipadukan sentuhan karbon pada bagian lips yang semuanya dikerjakan secara handmade oleh sumber daya manusia (SDM) dalam negeri.

Pasar Amerika Serikat

Kiki mengaku kisah sukses body kit Karmadi Amerika tidak lepas dari dukungan sahabatnya, Mike Torino pengguna Toyota 86 FRS warna biru yang juga dipercaya menjadi representative Karma Bodykit di Amerika Serikat.

"Dari awal, Mike mendukung sekali Karma. Mike memang main modif di sana. Aktivitasnya mirip banget dengan saya di Jakarta. Mike seperti jelmaan saya versi Amerika,” ucap Kiki sambil tersenyum.

Menurutnya, hingga kini permintaan body kit terbesar masih datang dari Supra dan GR 86. Khusus Karma GR 86 belum didistribusikan, baru untuk kembarannya yakni Subaru BRZ. Untuk BRZ ini sudah 5 unit Karma Bodykit terjual.

“Tak heran karena pasarnya Karma Bodykit bagus di BRZ, saat launching BRZ di pameran GIIAS, tim Subaru Indonesia langsung menawarkan unitnya ke saya,” ucap Kiki.

Saat ini bodykit Karma Cayman 987 versi satu sudah dibuat 3 set, masing-masing untuk Charock, Tyler Cordura, dan yang ketiga masih dalam perjalanan menuju pemiliknya.

Sementara untuk pemasaran Karma Bodykit 86, kini sudah masuk versi kedua. Karma 86 versi pertama (V-1) terjual 31 unit, sedangkan versi kedua (V-2) terjual 11 unit.

“Khusus KARMA 86 V-2 ini, sekitar 90 persen pembelinya orang Indonesia. Beda dengan V-1 yang mayoritas pembelinya dari Amerika Serikat,” pungkas dia.

Rekomendasi