Suzuki Indonesia akan meluncurkan kendaraan eletrifikasi yang ramah lingkungan, New Ertiga Smart Hybrid, pada pekan ini.
Ertiga Smart Hybrid akan mendobrak pasar gemuk di industri otomotif nasional, yakni segmen Low MPV. Pada tahun lalu, pasar Low MPV mencapai lebih 200.000 unit. Bahkan sebelum pandemi (2019), pasarnya berkisar 300.000 unit.
Bila sesuai rencana, Ertiga Smart Hybrid bakal menjadi mobil Low MPV berteknologi hybrid pertama di Indonesia.
Daya tarik utama hybrid pertama Suzuki Indonesia ini adalah teknologi elektrifikasi yang dinamakan Suzuki Smart Hybrid. Inilah teknologi otomottf terbaru yang ditawarkan pabrikan otomotif asal Jepang untuk pasar Indonesia.
Teknologi Suzuki Smart Hybrid dihadirkan juga untuk membantu pemerintah mewujudkan target netralitas karbon pada 2060.
“Saat ini industri otomotif memasuki era elektrifikasi. Oleh karena itu, Suzuki mengenalkan teknologi elektrifikasi Suzuki Smart Hybrid yang lebih modern, efisien, kompak, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Suzuki Smart Hybrid adalah teknologi yang kami yakini bisa diserap baik pasar,” kata Donny Saputra, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales, baru-baru ini.
Advertisement
Plus-plus Teknologi Suzuki Smart Hybrid
Suzuki Smart Hybrid adalah teknologi untuk mengoptimalkan efisiensi kendaraan dengan mengandalkan dua komponen utama sebagai pendamping mesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE). Dua komponen tersebut adalah Integrated Stater Generator (ISG) dan Lithium-Ion Battery.
Seperti kendaraan berteknologi hybrid lainnya, Suzuki Smart Hybrid menawarkan beberapa keuntungan bagi pengendara.
1. Penggunaan ISG membuat kendaraan lebih hemat bahan bakar, akibat saat berhenti atau mesin mati, baterai akan bekerja untuk menggerakkan roda. Kemudian saat mobil akselerasi, baterai yang membantu menambahkan tenaga ke mesin. Dan saat restart, ISG lah yang berputar untuk menyalakan mesin.
2. Biaya operasional Suzuki Smart Hybrid relatif lebih murah karena konsumsi bahan bakar yang menjadi lebih efisien.
3. Nyaman digunakan saat berkendara di kondisi jalan macet, karena saat macet, pengereman dan pergerakan mesin mobil akan berubah menjadi energi listrik yang tersimpan di dalam baterai, sehingga baterai juga lebih awet. ISG berfungsi mengubah energi kinetik menjadi energi listrik, yang akan disimpan dalam Lithium-Ion Battery.
4. Mobil dengan teknologi Hybrid menjadi mobil ramah lingkungan karena mengurangi polusi udara yang terus meningkat dan tentu rendah emisi gas buang.
Sebelumnya Mahardian Ismadi Brata, Assistant to Dept Head Design and Development PT Suzuki Indomobil Motor, menjelaskan mobil Suzuki Ertiga Smart Hybrid akan cocok dan sesuai dengan kebutuhan konsumen otomotif Indonesia terkini. Sebab mobil ini diriset di Tanah Air dan segala sesuatunya sudah dilakukan sejak lama.
"Chief engineer mobil Smart Hybrid Suzuki ini sudah lama tinggal di Indonesia. Dia lah yang meramunya dan melakukan tuning final supaya sesuai selera pasar Indonesia," ucapnya.
Menariknya, saat sama seluruh komponen elektrikal yang berada di dalam kabin, seperti head unit, instrument cluster, Multi Information Display, power window, dan lampu kabin tetap berfungsi berkat pasokan listrik dari Lithium-Ion Battery 6Ah. Sementara AC dan lampu ekterior juga tetap aktif lewat pasokan listrik dari Lead Acid Battery 55Ah sehingga pengendara dan penumpang pun akan tetap merasa nyaman.
Soal pasokan Lithium-Ion Battery, Mahardian mengaku pasokan baterainya sementara masih diimpor. Namun, ke depan baterainya akan dipasok oleh Indonesia Battery Corporation (IBC) atau PT Industri Baterai Indonesia. Menurut rencana, IBC akan memproduksi baterai untuk mobil listrik pada 2024.