Di Balik Diskon Pajak, Ini Mobil-mobil yang "Gugur" di Pasar Otomotif Indonesia

Beberapa mobil ini gugur di tengah gegap gempita pasar otomotif Indonesia akibat pesta diskon PPnBM yang pada 2022 diberikan pula untuk model LCGC. Berikut daftar mobil yang gugur di pasar otomotif Indonesia 2021.

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Di Balik Diskon Pajak, Ini Mobil-mobil yang "Gugur" di Pasar Otomotif Indonesia
New Honda Civic Hatchback RS 2020. ©2020 Merdeka.com

Pasar otomotif Indonesia memang bertumbuh pesat pada tahun lalu dari tahun sebelumnya akibat dirundung pandemi Covid-19.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan pasar mobil nasional 2021 mencapai 863 ribu unit, naik sekitar 49 persen dibandingkan 2020. Lima merek yang menguasai kelompok elite pasar otomotif Indonesia rata-rata meraih kenaikan penjualan dobel. Sebut saja Mitsubishi Motors Indonesia yang tumbuh sekitar 90 persen.

Meski pasar bergairah, tak semua cerita otomotif nasional tahun lalu bernada indah. Beberapa model justru penjualannya cenderung menurun yang mendorong prinsipal memutuskan tidak memproduksi dan menjual lagi di Indonesia.

Beberapa mobil ini gugur di tengah gegap gempita pasar otomotif Indonesia akibat "pesta diskon" PPnBM yang pada 2022 diberikan pula untuk model LCGC.

Berikut daftar mobil yang gugur di pasar otomotif Indonesia 2021:

1. Suzuki Karimun Wagon R

Masuk segmen mobil murah dan ramah lingkunagn (LCGC), Karimun Wagon R kalah bersaing dari Toyota Agya, Daihatsu Ayla, dan Honda Brio.

Pada akhir November tahun lalu, Shodiq Wicaksono, Managing Director Suzuki Indonesia, mengumumkan penghentian produksi salah satu kendaraan legendaris Suzuki ini. Meski begitu, penghentian produksi Karimun Wagon R hanya untuk pasar domestik, tidak untuk pasar ekspor.

“Dengan berat hati kami harus menghentikan produksi Karimun Wagon R untuk pasar dalam negeri. Namun, kami akan menghadirkan kendaraan elektrifikasi untuk konsumen setia Suzuki dalam waktu yang tidak lama lagi,” ujar Shodiq.

2. Honda Jazz, Civic Hatchback, dan Odyssey

PT Honda Prospect Motor (HPM) menghentikan penjualan tiga model sekaligus pada tahun lalu. Yang pertama diputuskan adalah Honda Jazz pada Maret 2021, setelah meluncurkan All New Honda City Hacthback RS. HPM memilih fokus membesarkan All New City Hacthback RS, setelah melihat sendiri desain New Honda Jazz di Jepang.

"Kami memutuskan tidak produksi Honda Jazz di Indonesia, setelah mempelajari peluncuran Jazz baru di Tokyo Motor Show 2019. Riset kami menunjukkan New Jazz lebih tepat untuk pasar Jepang ketimbang Indonesia," ujar Yusak Billy saat peluncuran All New City Hatchback RS, Rabu (3/3).

Di kuartal terakhir, HPM memutuskan tidak menjual Honda Civic Hatchback RS dan Honda Odyssey karena beberapa pertimbangan. Antara lain fokus memasarkan model baru: All New Civic Sedan RS.

3. Isuzu Pather

Isuzu Indonesia resmi menghentikan produksi dan penjualan mobil keluarga Isuzu Panther pada 10 Februari 2021. Mereka beralasan ingin fokus di segmen kendaraan niaga saja, terutama untuk model niaga Isuzu Dmax, Traga, Giga, dan Elf.

Padahal Isuzu Panther terkenal dengan ketangguhannya sebagai mobil keluarga 7 penumpang dan mesin dieselnya yang irit bahan bakar. Dipasarkan sejak 1991 sebagai kompetitor Toyota Kijang, Isuzu Panther hanya sampai umur 30 tahun di pasar mobil keluarga Indonesia.

4. Mitsubishi Outlander Sport

Mitsubishi Motors Indonesia mengakui tidak lagi memasarkan SUV kompaknya, Outlander Sport sejak Februari 2021. Meski di global model ini masih dipasarkan, belum diketahui apakah model ini akan dipasarkan kembali di Indonesia.

5. Nissan Terra

Nissan Indonesia mengumumkan bahwa Terra sudah tak lagi diproduksi dan menghentikan penjualannya untuk pasar Indonesia. Pasar Nissan Terra di Indonesia tak mampu bersiang dengan Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport di segmen SUV.

Rekomendasi