Layanan Home Service Semakin Populer di Mata Pelanggan Suzuki Indonesia

Layanan home service kini semakin populer di mata konsumen Suzuki Indonesia baik untuk kendaraan komersial maupun kendaraan penumpang. Apalagi Suzuki Indonesia memiliki 165 bengkel yang sudah memiliki layanan home service ini.

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Layanan Home Service Semakin Populer di Mata Pelanggan Suzuki Indonesia
Layanan purnajual Suzuki Indonesia. ©2020 Merdeka.com

Layanan home service kini semakin populer di mata konsumen Suzuki Indonesia baik untuk kendaraan komersial maupun kendaraan penumpang. Apalagi Suzuki Indonesia memiliki 165 bengkel yang sudah memiliki layanan home service ini.

Riecky Patrayudha; 4W, 2W, and Marine Service Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), menjelaskan selama pandemi perilaku konsumen Suzuki berubah untuk merawat kendaraannya. Dari semula servis di bengkel menjadi servis di rumah (home service) sehingga layanan home service Suzuki Indonesia terus meningkat sejak April lalu hingga kini. Layanan home service ini diakses oleh konsumen lewat saluran Halo Suzuki.

Namun, layanan home service ini tidak dimungkinkan dilakukan di daerah yang zona merah Covid-19. Solusinya, Suzuki menerapkan layanan pick-up service supaya dapat menjemput mobil konsumen yang perlu diservis.

"Home service tidak hanya dilakukan oleh konsumen mobil penumpang, tapi juga oleh konsumen mobil komersial Suzuki seperti New Carry Pick-Up. Meskipun alasannya berbeda karena konsumen mobil komersial tidak memiliki waktu untuk datang ke bengkel secara langsung akibat mobilnya digunakan untuk kegiatan usaha," kata Riecky saat diskusi virtual dengan Forum Wartawan Otomotif Indonesia, Rabu siang (8/7).

Menurut Riecky, sejak pandemi Covid-19, banyak pelanggan melakukan servis kendaraan melalui booking atau memilih secara online. Bahkan permintaan servis melalui online semakin berkembang karena memudahkan pelanggan, apalagi 165 jaringan bengkel telah dilengkapi layanan home service.

Untuk mengantisipasi kenaikan layanan home service ke depan, Suzuki Indonesia menyiapkan sejumlah persiapan. Misalnya penambahan berbagai peralatan hingga SDM agar dapat menjangkau lebih banyak konsumen.

Saat ini Suzuki Indonesia ingin mengolaborasi data dari diler, SDM, jam kerja, dan lainnya yang akan tersedia dalam satu aplikasi khusus.

"Namun memasuki masa kenormalan baru, cukup banyak pelanggan yang memilih kembali servis kendaraannya ke bengkel. Mungkin karena telah jenuh di rumah sehingga memilih untuk ke bengkel secara langsung," ujarnya.

Unit Kendaraan ke Bengkel Sempat Drop

Riecky mengakui ada penurunan unit kendaraan yang masuk ke bengkel resmi akibat pandemi. Penurunan ini terjadi sejak Februari hingga Maret. Kemudian pada April dan Mei merupakan masa stagnan, karena masyarakat tidak bisa ke luar rumah akibat kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Namun, memasuki Juni, konsumen mulai hadir dan bengkel Suzuki berjalan kembali. Suzuki Indonesia berharap berada di jalur tepat untuk mengembalikan performa seperti sebelumnya.

Saat ini Suzuki Indonesia melakukan berbagai terobosan dalam aktivitas layanan servis di jaringan bengkelnya. Misalnya menambahkan masa garansi kendaraan mencapai 90 hari bagi kendaraan yang habis masa garansi pada masa pandemi.

Kemudian memperpanjang Free Service selama 60 hari dari masa berlaku, layanan Home service untuk perawatan berkala untuk 1.000 km, kelipatan 10.000 km hingga 20.000 km. Sedangkan yang di atas km itu, harus datang ke bengkel karena membutuhkan peralatan lebih lengkap dan faktor safety.

"Kami juga sediakan layanan pick up service untuk perawatan berkala 30.000 km dan 40.000 km, serta menyedikan Suzuki Emergency Roadside Assistant (SERA) dan Halo Suzuki tetap beroperasi 24 jam seperti biasanya sehingga jika konsumen mengalami kendala di jalan atau di rumah, kami tetap bisa melayani," pungkasnya.

Rekomendasi