PT Honda Prospect Motor melaporkan penjualan ritelnya anjlok hingga 82 persen menjadi 1.855 unit di April tahun ini dibandingkan bulan sama tahun lalu.
Sementara total penjualan mobil Honda periode Januari-April tahun ini mencapai 37.033 unit. Lebih rendah dari periode sama tahun lalu yang 50.457 unit.
Yusak Billy, Business Inovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor (HPM), mengungkapkan penjualan ritel pada April ini memang sangat berat akibat ekonomi nasional turun dan banyak daerah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akibat pandemi Covid-19
"Daerah yang menerapkan PSBB itu setara 70 persen pasar otomotif nasional. Pada April tahun lalu penjualan ritel HPM lebih dari 10 ribu unit, sedangkan tahun ini hanya 1.855 unit," ujar Yusak Billy dalam wawancara video secara online, Jumat (8/5).
Billy menjelaskan penjualan 1.855 unit di April tahun ini masih ditopang oleh model Honda Brio Satya, yang berkontribusi lebih dari 50 persen.
Yang menarik, lanjut dia, penjualan April ternyata banyak didapat dari saluran digital atau online Honda. Volumenya sekitar 20 persen, padahal waktu normal sebelum pandemi, penjualan secara online hanya berkontribusi sekitar 3 persen.
Sekitar 70 persen penjualan Honda di masa pandemi ini masih berasal dari repeat order terutama dari loyalis merek Honda. Metodenya dari para tenaga penjualan yang menghubungi mereka. Sedangkan penjualan secara offline masih terjadi, tapi kecil hanya 10 persen. Penjualan offline ini masih terjadi terutama di daerah-daerah yang belum menerapkan PSBB, sehingga diler dan konsumen masih bisa berinteraksi secara fisik.
"Kondisi sekarang new normal, jadi orang banyak di rumah, sehingga memanfaatkan media digital untuk membeli mobil Honda. Tak heran penjualan online di April berkontribusi hingga 20 persen," jelasnya.
Advertisement
Layanan Home Service Meningkat
Pada kesempatan yang sama, Billy juga memaparkan layanan penjualan dan purnajual ke rumah konsumen untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19. "Ini fokus kami di masa pandemi ini."
Program Home Service Honda ini didukung 118 diler di berbagai kota di Indonesia. Tujuannya untuk melayani konsumen yang membutuhkan perawatan atau perbaikan mobil tanpa meninggalkan rumah masing-masing.
Pekerjaan servis di rumah konsumen meliputi perawatan berkala mulai dari sampai dengan 100.000 km, serta perbaikan ringan seperti perbaikan karet wiper dan aki.
Untuk perbaikan dan proses perawatan berkala yang membutuhkan peralatan khusus, yaitu 40.000 km, 60.000 km, dan 80.000 km, Honda menyediakan layanan Pick Up Service untuk menjemput mobil pelanggan ke bengkel resmi terdekat.
Sementara untuk konsumen yang membutuhkan informasi produk dan ingin membeli mobil, Honda juga menyiapkan layanan untuk melakukan proses pembelian dari rumah. Proses ini pun dilakukan dengan memperhatikan prosedur kesehatan. Bahkan bisa dilakukan tanpa pertemuan fisik sesuai dengan permintaan pelanggan. Untuk layanan ini, konsumen dapat langsung menghubungi diler resmi Honda terdekat.