PCX Luxurious Trip 2019 berlangsung di Bali dengan menempuh jarak hampir 400 kilometer pada akhir pekan lalu. "Kita lebih dari separuh mengelilingi Pulau Bali," kata Ahmad Muhibbuddin, General Manager Corporate Communication PT Astra Honda Motor, sebelum bendera start touring dikibarkan di diler Astra Motor Teuku Umar, Denpasar, Sabtu lalu (14/12).
Pada hari pertama, Sabtu, sekitar 36 bikers dari media termasuk Merdeka.com, komunitas PCX, dan blogger/vlogger mengeksplorasi kemewahan skuter premium PCX di kawasan Bedugul dan Buleleng, dengan finish di kawasan Taman Nasional Bali Barat. Selengkapnya ada di sinidi sini.
Pada hari kedua, Minggu (15/12), setelah bermalam di Menjangan Dynasti Resort, kawasan Taman Nasional Bali Barat, rombongan kembali ke arah Denpasar dengan mengunjungi beberapa destinasi unik dan berkelas. Total jarak tempuh hari kedua ini adalah 256 km.
Jalan aspal yang mulus di kawasan Taman Nasional Bali Barat membuat performa PCX optimal. Kestabilan, handling, dan posisi duduknya yang nyaman plus pemandangan Taman Nasional Bali Barat memiliki nilai istimewa dalam touring kali ini.
Advertisement
Donasi gerakan sampah jujur
Dalam trek panjang dan mulus ini, terasa menyenangkan mengendarai skuter premium Honda PCX. Badan tidak mudah lelah karena posisi duduknya nyaman dengan leg room yang panjang. Tenaganya juga cukup optimal apalagi di jalan lurus dengan aspal mulus.
Saya sempat mencapai kecepatan hampir 90 kilometer per jam, sebelum bertemu dengan rombongan depan yang antara lain diisi oleh lady bikers Nabila Putri.
Kami sempat rehat sejenak di Pantai Selabih setelah berkendara hampir dua jam. Ada insiden sedikit di sini, ketika seorang peserta touring menabrak seekor biawak ukuran besar saat melintas. Untunglah bukan kecelakaan besar dan safety gear lengkap, sehingga yang bersangkutan masih bisa rehat bersama kami di bibir Pantai Selabih.
Sekitar 30 menit rehat, bikers beranjak menuju destinasi menarik, yaitu Bambu Indah Resort. Di sini, kami disuguhkan makan siang sehat, berupa menu organik berkonsep ramah lingkungan.
Jika hari pertama kegiatan sosial kami adalah menanam terumbu karang di teluk Menjangan, hari kedua kami memberikan donasi untuk membantu usaha pengelolaan sampah menjadi beragam kebutuhan rumah tangga dan sandang.
Gerakan ini ingin mengajak masyarakat Indonesia menggunakan peralatan yang ramah lingkungan dan mengurangi sampah plastik. Gerakan ini bernama Sampah Jujur, yang digagas oleh pemilik Bambu Indah Resort.
Advertisement
Tetap stabil saat hujan
Saat hendak lanjut ke destinasi Garuda Wisnu Kencana (GWK), hujan turun cukup deras. Tapi kami tetap berkendara sesuai jadwal. Dengan mengenakan jas hujan dan pelindung sepatu, rombongan bergerak ke arah Uluwatu kendati hujan deras. PCX mudah dikendalikan meski hujan deras sekalipun.
Cukup stabil saat menerjang air yang tergenang di beberapa ruas jalan. Jelang GWK, hujan berhenti. Rombongan makin melaju demi rasa menikmati keindahan patung dan kesenian tradisional yang disiapkan.
Di GWK, kami pun berfoto bersama dengan latar patung raksasa GWK. Rasa senang membuncah jelang finish di Trans Studio Mall Denpasar.
Jelang sore, kami mengeksplorasi jalanan Uluwatu-Denpasar hingga malam. Pencahayaan yang sempurna berkat fitur unggulan LED Headlight menbuat perjalanan di malam hari tak menyusahkan. Memasuki Denpasar, lalu lintas macet cukup parah karena hujan baru saja reda. Kami harus melaju di sela-sela mobil. Dengan kondisi ini, PCX tidak berat dikendalikan.
Saat harus berhenti juga tidak sulit karena bobotnya tidak berat. Saat malam, segala informasi terkait motor tampilkan dengan baik dengan full digital panel meter yang menghadirkan multiinformasi dalam satu panel.
Sekitar jam 19 waktu setempat, kami tiba di Trans Studio Mall, Denpasar, Bali, dan bergabung dalam kegiatan Honda Matic Premium Day di sana. Touring mewah dengan tajuk "Inspirasi bagi Negeri" pun berakhir manis di sini.
Catatan kami di hari kedua, Honda PCX terasa nyaman untuk perjalanan jauh sekalipun. Saat hujan deras pun, motor ini tetap nyaman dikendarai.