Masa depan mobil hibrida nan berteknologi tinggi di Indonesia memang masih samar-samar terlihat. Walau demikian, tiap-tiap perusahaan menuai penjualan sejak kendaraan ramah lingkungan dan menawarkan efisiensi bahan bakar ini dijual di Indonesia.
Rudy Salin, President Director Prestige Image Motorcars, importir mobil mewah yang bertempat di utara Jakarta, sendiri optimis memasarkan BMW i8. Ia yakin bahwa prospeknya akan baik jika didukung infrastruktur.
"Saya rasa semakin infrastrukturnya bagus, ada tempat pengisian umum, kita bisa ngasih aftersales yang bagus dari segi servis, ke depannya sangat punya prospek," kata Rudy.
Poin itu ditunjang pula dengan kenyamanan. Bahkan, Kehadiran BMW i8 secara khusus tidak hanya menggugah karena bentuknya yang sporty sekaligus futuristik, tetapi juga serta-merta menguak klaim data sebagai mobil rendah emisi. BMW i8 disebut lebih rendah emisi dibanding Toyota Prius.
"Mobil ini menjadi alternatif, nyaman, environmental friendly, bentuk desainnya bagus. Emisi gas buangnya rendah sekali, diklaim lebih rendah dari Prius gas buangnya, padahal mobil itu (Prius) sudah dikenal gas CO-nya paling rendah," ujarnya.
Memang, Prius yang terus berkembang dari generasi ke generasi sejak tahun 2001 menawarkan catatan emisi yang kian rendah. Data terakhir tahun 2012, Toyota Prius Plug-in Hybrid (ZVW35) setelah Gen III beremisi 82 g/km. Sementara itu, BMW i8 beremisi karbon dioksida 49 g/km.
(kpl/why/lrs)Advertisement