Bos Ferrari, Luca di Montezemolo, akhirnya menyudahi masa tugasnya sebagai chairman bagi produsen legendaris ini setelah 23 tahun berkarya. Dalam upacara yang dihadiri dua ribu orang di tenda besar di pabrik, Montezemolo mengatakan bahwa melepas Ferrari bukanlah hal yang mudah.
Ia pun menekankan bahwa kesuksesan Ferrari hingga saat ini merupakan kerja keras tim. Dalam pidatonya, sang chairman berkali-kali menggarisbawahi pentingnya para pekerja Maranello.
"Kalian adalah kekuatan di belakang Ferrari, perusahaan terindah di dunia. Kalian adalah para arsitek yang sebenarnya atas kemenangan-kemenangan Ferrari. Kalian adalah Ferrari," ujarnya.
Dalam pidato yang disampaikan Ferrari Indonesia ini, ia juga mengingat kembali kemenangan-kemenangan di Formula 1, ketika Ferrari bertahan sebagai tim paling sukses yang pernah ada, serta keberhasilan mobil-mobil GT mereka di seluruh dunia.
"Saya yakin terhadap masa depan Ferrari, yang dibangun bukan (hanya) oleh mobil, melainkan oleh mimpi," ujarnya.
Dalam perpisahan ini, Montezemolo juga menyebut Michael Schumacher dan Jules Bianchi, pembalap dari Marussia yang berhasil menembus jajaran FDA dan sekarang tengah berjuang untuk bertahan hidup setelah mengalami kecelakaan besar di Suzuka.
Sebagai informasi, Montezemolo adalah orang yang berperan besar menyelamatkan bisnis pabrikan Italia ini dari utang-utang besar dan mengubahnya menjadi sarat profit pada tahun 1990-an.
Selain itu, bersama executive director Jean Todt, tim balap mereka untuk Formula One memenangkan World Drivers Championship tahun 2000, yang merupakan gelar pertama mereka untuk predikat ini setelah lama tidak memenanginya, terakhir pada 1979. Setahun sebelumnya, yakni pada 1999, mereka kembali meraih gelar konstruktor terbaik setelah terakhir menang pada tahun 1983.
(kpl/why/rd)Advertisement