Otosia.com -
Usai diluncurkan beberapa waktu lalu, PT Kia Motors Indonesia (KMI) langsung mempersilahkan beberapa jurnalis untuk merasakan langsung Kia Morning. Sebelas unit city car asal Negeri Ginseng tersebut dilepas dari Kia Tebet menuju Anyer, Jawa Barat, awal Juni 2014 lalu.
"Silahkan mengeksplor sendiri semua teknologi dan fitur-fitur yang terdapat pada produk terbaru kami ini. Teman-teman bisa merasakan perjalanan di dalam kota serta trek ataupun jalur di luar kota," ujar Arifani Perbowo, Product Development Manager KMI.
Baru saja meninggalkan diler Kia Tebet, rombongan sudah disuguhi antrian panjang kendaraan di perempatan lampu merah Pancoran. Namun, Kia Morning yang sudah didesain sebagai mobil kecil yang kompak dapat melalui 'jeratan' simpul kemacetan. Bahkan, berkat ruang kabin yang roomy membuat kami berempat yang mengendarai Kia Morning bernomor 3 ini tetap merasa nyaman.
Memasuki jalan tol dalam kota, kestabilan Morning tetap terasa, terlebih lagi, pedal gas yang kami tekan hanya menunjuk angka 60 km/jam terlihat jelas pada MID (multy information display). Maklum, sebagai city car, Kia Morning hanya dipersenjatai dengan mesin 1.0 liter Dual CVVT DOHC.
"Meski mengusung mesin kecil, berkat Dual CVVT yang disandangnya membuat Morning lebih bertenaga dan hemat bahan bakar. Ditambah dengan penggunaan timing chain pengganti timing belt, membuat mesin lebih tangguh dan bebas perawatan," tegas pria yang akrab disapa Ape ini.
Oh ya, city car yang tampil bergaya Eropa berkat karya dari Peter Schreyer ini konsumsi bahan bakarnya akan semakin efisien jika pengendaranya mengikuti arahan indikator pada MID. Karena, Morning 1.0 liter dilengkapi dengan Eco Technology.
Kami pun sempat membuktikan apa yang dikatakan oleh Arifani Perbowo soal performa yang dihasilkan dari mesin 1.000 cc Dual CVVT saat melintasi trek lurus jalan tol Kebon Jeruk-Merak. Jarum pada spidometer menunjuk angka 120 km/jam. Mantap!
Ini membuktikan bahwa Kia Morning tak hanya lincah di dalam kota, namun juga handal diajak bermanuver ke luar kota. Bodi kompak didukung performa mesin yang handal, Morning mampu melahap semua rute jalan dari Jakarta menuju kawasan pantai Anyer.
Selain performa dan desain yang menjadi unggulan dari Kia Morning adalah ruang kabin yang senyap, tanpa adanya suara derungan mesin dari depan maupun suara yang berasal dari kendaraan lain. Ini semua berkat penggunaan tiga lapis peredam suara pada dashboard dan dua lapis karet pintu. Hal ini pula yang membuat salah satu rekan jurnalis yang duduk di kursi belakang sempat tertidur berkat kenyamanan dan kesenyapan pada kabin Kia Morning.
Advertisement
(kpl/tr/rd)