PT Supermoto memang menjadi distributor resmi dari moge merek Ducati. Namun tidak menutup kemungkinan, sejumlah importir umum mendatangkannya bagi konsumen yang memesannya.
Namun soal harga, PT Supermoto berani pasang badan. Sekalipun dibayangi kenaikan pajak penjualan barang mewah (PPnBM), harga yang mereka tawarkan tetap menarik di mata penyuka Ducati. Mereka pun punya wewenang untuk mengadukan importir ini ke prinsipal.
"(Kalau PPnBM naik, saingannya dengan importir?) Harga mereka pun akan jadi naik. Seharusnya penjual Ducati di luar tidak akan berani jual ke importir umum di sini," ujar CEO Ducati Indonesia, Iwan Gogo.
Penjualan Ducati di Indonesia terkait pula dengan perizinan. Hal ini tak lain dilakukan demi menjaga kualitas.
"Kalau misalnya dia dapat dari Singapura. Ya kita adukan saja ke sana. Kalau orang Singapura yang beli, terus jual di sini. Itu kami gak bisa apa-apa. Tapi harganya pasti lebih mahal karena kena pajak Singapura dulu," tekan Iwan.
PT Supermoto sendiri memasarkan Ducati dengan harga start Rp 300 juta-an. Produk terbarunya adalah Panigale 899 dan Monster 796.
Monster tersebut dilepas di Indonesia dengan harga jual Rp 310 juta, sementara Panigale yang bermesin 898 cc di Indonesia dijual dengan harga Rp 398 juta.
(kpl/fjr)Advertisement