Sepeda motor sebagai sarana transportasi pada musim mudik Lebaran masih menjadi alternatif yang menarik karena ringkas dan bisa digunakan dengan mudah.Selain itu juga hemat saat sampai di kampung halaman atau tempat tujuan mudik.
Tanpa menampik hal ini, Kementerian Perhubungan pun mengarahkan para pemudik yang memanfaatkan sepeda motor untuk menaruhnya di truk yang kemudian akan diangkut bersama-sama menuju titik tujuan mudik. Hal ini setidaknya dapat menghindarkan dari pemakaian sepeda motor untuk menempuh perjalanan panjang menuju kampung halaman yang cenderung berbahaya.
Dalam anggaran terkait fasilitas mudik bagi pesepeda motor ini, Ditjen Perhubungan Darat pun mendapat porsi anggaran sebesar Rp 8.907 miliar. Dalam perhitungannya, diperlukan biaya Rp 1,4 juta untuk mengangkut satu sepeda motor dengan dua penumpang untuk transportasi darat.
Namun, hingga kini masih dihitung secara pasti berapa banyak sepeda motor yang dapat diangkut dengan truk. "Untuk sarana pengangkut transportasi darat (secara total truk dan kereta api), sepeda motor yang bisa diangkut mencapai 20.000 unit dengan 40.000 penumpang," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan memberi perkiraan.
Pada Lebaran tahun ini, jumlah pemudik diprediksi akan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Prediksi menurut Kementerian Perhubungan, jumlah mereka yang mudik akan mencapai 17 juta jiwa. Selain menggunakan tranportasi massal, penggunaan sepeda motor pun tidak luput dan malah makin bertambah.
Penggunaan sepeda motor (pada musim mudik tahun ini) diprediksi naik 8,15 persen dari 2.799.134 kendaraan menjadi 3.027.263 kendaraan.
(kpl/why/spr)