Seperti yang sudah-sudah, pada Lebaran ke depan diprediksi akan mengalami peningkatan jumlah pemudik dibanding tahun sebelumnya. Prediksi menurut Kementerian Perhubungan, jumlah mereka yang mudik akan mencapai 17 juta jiwa. Selain menggunakan tranportasi massal, pengunaan sepeda motor pun tidak luput dan malah makin bertambah.
"Penggunaan sepeda motor (pada musim mudik tahun ini) diprediksi naik 8,15 persen dari 2.799.134 kendaraan menjadi 3.027.263 kendaraan," demikian papar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan.
Meski ketersediaan kendaraan umum seperti bus, kereta api, kapal laut disiapkan dan ditambah, penggunaan sepeda motor sebagai sarana transportasi pada musim mudik Lebaran masih menjadi alternatif yang menarik karena ringkas dan bisa digunakan dengan mudah juga hemat saat sampai di kampung halaman atau tempat tujuan mudik.
Kondisi ini pun bersinambung dengan naiknya harga BBM subsidi jenis premium juga solar yang tentu membuat kenaikan biaya menjadi tak terhindarkan.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia sendiri menyebut bahwa menjelang Lebaran, konsumen sedang getol membeli kendaraan, termasuk sepeda motor. Kondisi pada bulan Juni dan Juli atau mendekati Hari Raya pun biasanya membuat penjualan di pasar sepeda motor tertolong meningkat.
Negatifnya, mudik dengan sepeda motor sangatlah rentan mengalami kecelakaan, mengingat perjalanan yang lebih panjang termasuk faktor kelelahan dan beban yang tidak semestinya.
Catatan kecelakaan motor selama mudik 2012 atau tahun lalu sendiri menunjukkan angka yang signifikan. Korps Lalu Lintas Polri menyebut bahwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada musim mudik tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu, yaitu mencapai 3.600 kecelakaan atau meningkat 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
(kpl/why/abe)