Si Manis Sari. Seperti itulah memori Otosia kala dua-tiga kali berpapasan dengan gadis Scorpio ini seraya merekam setiap senyumnya. Sikapnya selalu sama, ramah dan santun, seakan merontokkan bulir-bulir keringat kami kala menuju salah satu Press Room IIMS yang bersebelahan dengan area kerjanya di booth Chevrolet.
"Banyak sih, Mas, yang aku pelajari. Sebelum dan saat mulai di IIMS, aku cari tahu di internet dan baca-baca informasi seputar otomotif supaya pengetahuanku tambah lengkap. Kadang aku juga bertanya langsung ke sales-sales supaya lebih jelas. Ini berharga sekali ketika ada pengunjung yang bertanya," ungkapnya merendah.
Sari Wulandari, yang lahir di Jakarta 27 Oktober 1988, berhasil menyabet gelar Miss Automotive IIMS 2012. Stand Chevroletsebagai salah satu booth besar mengirimkan 10 model untuk ikut ajang pemilihan Miss IIMS 2012. Kala itu, Sari jadi orang kesembilan wakil dari Chevrolet.
"Alhamdulillah, saat interview jadi satu-satunya wakil Chevrolet yang masuk semifinal. Tadinya enggak mau ikut karena enggak pede. Tapi terus didorong-dorong koordinator (agency) aku untuk ikut. Enggak nyangka terpilih sebagai 'Miss Automotive'. Apalagi final enggak gampang Mas, saingannya banyak banget, cantik-cantik dan pintar-pintar," ungkapnya kembali merendah.
Pipinya yang chubby tak kunjung berhenti merona karena terus berbagi senyum. Sari tidak berlebihan, tetapi kesantunannya membekas di kami kala berusaha mencari untuk pamit selepas penutupan IIMS 2012 di JIExpo, Kemayoran, kemarin.
Sebelumnya, penyuka suasana pantai yang juga mengaku sebagai penggemar berat steak ini berusaha pede untuk memaparkan kepiawaiannya soal mobil murah ramah lingkungan (LCGC) dan khususnya teknologi hijau.
"Pas banget, yang aku pelajari mengenai green technologi ditanya sama juri Miss IIMS. Jurinya bertanya sama aku tentang 'Go Green'. Untungnya aku bisa jawab. Karena IIMS temanya Eco Mobility, aku siapkan diri cari tahu, eh nggak tahunya ini benar-benar jadi bekal berharga ketika ditanya juri," paparnya.
Namun soal program mobil murah dan ramah lingkungan, Sari rupanya lebih khawatir soal bagaimana masyarakat tidak memperoleh apa yang dijanjikan. Sifat keibuannya semakin muncul kala harga jadi soal.
"Program dan aturan mobilnya menurut aku juga harus jelas ya Mas, termasuk harga. Jangan tiba-tiba yang tadinya masuk kelas mobil murah, eh tahunya pas resmi dijual malah di atas Rp 100 juta atau malah mendekati Rp. 200 juta. Kan kasian orang, harganya jadi enggak terjangkau lagi," ucapnya sambil menyebut bahwa teknologi dan penunjang keselamatannya juga jangan sampai dinomorduakan.
"Mudah-mudahan saja mobil murah bukan murahan dengan teknologi seadanya, apalagi kalau tanpa pelindung keselamatan yang baik. Mobil dengan harga terjangkau biasanya banyak yang beli, bisa laku keras. Tapi apa kita mengabaikan keselamatan begitu banyak orang yang punya? Kan enggak. Ya mudah-mudahan mobil murah dan irit bahan bakar benar-benar diwujudkan, dan harganya tidak memberatkan masyarakat," tekannya lagi.
Sejauh ini pun Sari masih menimang-nimang mobil idamannya, walau mengaku cukup tertarik dengan Chevrolet Aveo.
"Aku sekarang pakai Nissan Livina, setir sendiri, tetapi sebenarnya lebih cocok city car karena MPV terlalu besar buat aku. Tapi setelah aku tahu info banyak tentang Chevrolet Aveo, aku jadi pengin mobil ini. Bukan karena aku jaga stand chevrolet lho ya, tapi memang fitur-fiturnya dan desainnya menarik buat aku. Aku sih pengin suatu saat punya Aveo," ungkapnya.
Setir sendiri? Enggak takut macet?
"Jakarta sudah pasti macet di mana-mana, ya sikapi aja dengan sewajarnya, tidak perlu pakai emosi karena memang kota besar kondisinya kayak gini. Lagipula yang merasakan kesemerawutan Jakarta bukan hanya kita doang, masih banyak orang lain yang juga sama ngerasain macet. Mau bagaimana lagi? Ya aku sih sabar-sabar aja," akunya sambil lagi-lagi menekankan rasa keibuannya.
Namun sayang, proses merekam manisnya senyuman Sari terpaksa diakhiri karena ia bersama rekan lain di Chevrolet harus segera ikut parade menari, menghibur pengunjung booth Chevy. See you Sari....
(kpl/why/bun)