Sejarah Unik PO Haryanto, Rintisan Pensiunan TNI yang Bermula dari Bisnis Angkot.

PO Haryanto merupakan jasa transportasi AKAP dari Kudus, Jawa Tengah yang dirintis oleh Haryanto, mantan anggota TNI yang sempat menarik angkot.

Djoko Poerwanto
Oleh Djoko Poerwanto - Reporter
Sejarah Unik PO Haryanto, Rintisan Pensiunan TNI yang Bermula dari Bisnis Angkot.
Berawal Bisnis Angkot PO Haryanto, Sukses dijalankan oleh Rintisan Pensiunan TNI (Merdeka.com)

Mari kita lihat bagaimana Haryanto berhasil menjalankan PO-nya dengan sukses sampai saat ini. Ayo, dengarkan cerita lengkapnya!

Kamu tahu tentang PO Haryanto? Perusahaan Otobus ini sekarang menjadi salah satu PO terbesar di jalurnya.

Bagaimana perjalanan Haryanto sehingga ia berhasil menjalankan PO hingga saat ini? Yuk, jangan penasaran, mari kita simak cerita lengkap yang telah disajikan oleh Otosia!

Meskipun demikian, sejak dulu Haryanto sudah berjualan es keliling sebelum akhirnya membangun perusahaan transportasi yang sukses.

Dok. Istimewa
© Tribun Jateng

Meskipun masih bersekolah dasar, Haryanto merasa terpanggil untuk membantu orang tuanya dengan menjual es keliling. Ia berjalan tanpa alas kaki, membawa termos es dalam perjalanan yang jauh.

Setelah mengenyam pendidikan di SMP Sekolah Teknik Negeri, Haryanto mulai memimpikan menjadi tentara.

Dengan usaha keras dan keringatnya yang tercurah, ia berjuang untuk mewujudkan impian tersebut.

Pada tahun 1979, Haji Haryanto berhasil bergabung dengan TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan menjabat sebagai Kopral Kepala Batalyon Artileri Pertahanan Udara Ringan 1/Kostrad TNI-AD di Tangerang.

Walaupun sudah memiliki gelar terpandang, pada saat itu gajinya sebagai tentara hanya Rp18 ribu yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan harian.

Tetapi, Haryanto tidak menyerah dengan keadaannya. Dia mencari cara untuk menjalankan bisnis sampingan selain tugasnya sebagai anggota TNI.

Karena dia adalah seorang pengemudi di batalyon, dia punya ide untuk berbisnis angkot.

Pendapatan yang terbatas itu kemudian dia gunakan untuk membeli angkot.

Dok. Istimewa
© Instagram @dimaseri10

Meskipun sering mengalami kegagalan, ia tetap harus meminjam uang karena tabungannya tidak mencukupi. Setelah itu, ia berhasil memiliki armada angkot sendiri pada tahun 1980-an. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia dengan penuh semangat menarik angkot setiap pulang dari dinas hingga tahun 1997-an.

Setelah melihat perkembangan usaha angkotnya, Haryanto menyadari peluang bisnis transportasi AKAP yang menjanjikan.

Dengan mantap, ia memutuskan untuk mengembangkan bisnisnya dengan mendirikan Perusahaan Otobus.

Untuk memulai usahanya, ia memutuskan untuk menjual sekitar 100 angkot yang dimilikinya.

Dengan uang hasil penjualan tersebut, ia kemudian mengajukan kredit untuk membeli bus-bus berukuran besar.

Pada tahun 2002, ia berhasil mendirikan Perusahaan Otobus yang dikenal dengan nama PO Haryanto. Awalnya, PO Haryanto hanya memiliki lima armada perintis yang melayani trayek Cikarang-Tangerang. Namun, setelah dua tahun, Haryanto mengubah strategi dengan memindahkan rute perjalanan ke Jawa Tengah. Meskipun kondisi busnya belum seperti sekarang, bus-bus PO Haryanto selalu penuh dengan penumpang saat melayani trayek Jakarta-Kudus, Jakarta-Pati, dan Jakarta-Jepara.

Bisnis Haryanto terus berkembang pesat dengan penambahan unit bus setiap tahunnya. Pada tahun 2022, PO Haryanto hampir memiliki 300 armada bus, dengan sebagian besar berupa bus AKAP dan sisanya adalah bus pariwisata. Selain itu, PO Haryanto juga melakukan ekspansi bisnisnya hingga ke Pulau Madura. Perusahaan Otobus ini semakin besar dan terus berkembang berkat kerja keras para pejuangnya.

Perusahaan tersebut sudah mempekerjakan sekitar 2000 karyawan pada saat ini.

Rekomendasi